Danantara Bersama Kemendiktisaintek Berkolaborasi Rancang Produk Prioritas dan Pengembangan Industri Semikonduktor

0
53

Danantara Indonesia memberikan dukungannya kepada pengembangan industri semikonduktor di Indonesia. Danantara menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) merumuskan produk semikonduktor prioritas dan isu penting lainnya.

“Tidak ada kata terlambat dalam membangun industri semikonduktor nasional. Saat ini dunia memasuki babak baru, khususnya pada pengembangan AI chip, dan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk pada momentum yang tepat dengan landasan kolaborasi, penguatan talenta, dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan industri,ˮ kata Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa dalam keterangannya.

Sebagaimana diketahui industri semikonduktor saat ini menjadi fondasi penting bagi transformasi digital, termasuk dalam pengembangan kecerdasan artifisial, otomotif, energi, pertahanan, telekomunikasi, hingga perangkat kesehatan.

Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku industri dalam menyusun arah pengembangan yang lebih terintegrasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi industri semikonduktor Indonesia dari hulu hingga hilir.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung penuh dari sisi regulasi dan standardisasi agar pengembangan semikonduktor nasional bergerak cepat menuju tahap komersial. Menurut Brian, hal yang dibutuhkan sekarang adalah kejelasan produk prioritas, desain, roadmap, dan pembagian peran yang terorkestrasi dengan baik.

Baca Juga :   Danantara Rencanakan Konsolidasi Perusahaan Asuransi BUMN dan Afiliasinya, Seperti Apa Petanya?

“Pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi dan standardisasi, sementara industri perlu berada di garda depan karena yang sedang kita bangun ini bukan lagi semata proyek riset, melainkan proyek investasi yang harus menghasilkan produk yang layak secara ekonomi dan memungkinkan secara komersial,ˮ katanya.

Menurut Brian, pengembangan industri semikonduktor nasional memerlukan kerja sama erat lintas pemangku kepentingan. Perguruan tinggi dan lembaga penelitian diharapkan tetap menjadi sumber inovasi dan penguatan basis teknologi.

“Sementara industri memegang peran penting dalam mengarahkan kebutuhan pasar, mempercepat adopsi, dan memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar memiliki kelayakan ekonomi,” ujarnya.

Sigit juga menambahkan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor nasional memang membutuhkan orkestrasi yang kuat, mulai dari penetapan daftar produk prioritas, desain, kesiapan fabrikasi, pengembangan SDM, hingga penyusunan model bisnis dan valuasi ekonomi.

Penguatan ekosistem ini, menurut Sigit, sejalan dengan langkah Indonesia dalam membangun fondasi industri semikonduktor nasional melalui kemitraan strategis dengan industri global. Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapabilitas nasional dalam rantai nilai semikonduktor, khususnya pada penguasaan desain chip dan pengembangan produk, sekaligus membuka ruang penguatan kapasitas dan kompetensi talenta semikonduktor di lingkungan industri maupun perguruan tinggi Indonesia.

Baca Juga :   Danantara Terbitkan Surat yang Ditujukan kepada Seluruh BUMN, Ada 2 Perintahnya, Apa Saja?

Dalam workshop yang digelar Danantara bersama Kemendiktisaintek, para pemangku kepentingan didorong untuk menyusun langkah yang lebih terarah dan terukur. Kegiatan ini menargetkan tiga output utama, yaitu penetapan produk semikonduktor prioritas, penyusunan rencana pengembangan talenta, dan perumusan peta jalan kolaborasi lima tahun untuk mempercepat hilirisasi serta penguatan ekosistem semikonduktor nasional.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics