Danantara Ungkap Sejumlah BUMN Berkinerja Positif Periode April 2025 hingga 2026, Apa Saja?

0
3
Reporter: Rommy Yudhistira

Danantara Indonesia mengungkap sejumlah perusahaan milik negara berkinerja positif periode April 2025 hingga 2026. Kemudian, Danantara pun sudah merealisasikan sejumlah investasi strategis.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan, investasi tersebut berasal dari dividen BUMN yang diterima pada 2025.

“Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek yang bernilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang,” kata Rohan dalam keterangan resminya pada Kamis (2/7).

Rohan menambahkan, terdapat beberapa investasi strategis yang telah dilaksanakan seperti pengembangan ekosistem haji dan umrah di Makkah. Kemudian, proyek waste-to-energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, dan meningkatkan ketahanan energi, serta mendorong transisi ekonomi hijau.

“Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat,” ujar Rohan.

Selanjutnya, kata Rohan, seluruh laporan keuangan konsolidasi Danantara Indonesia pada 2025 masih dalam proses penyelesaian tahapan audit. Laporan keuangan itu akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga :   Komisi VII DPR Nilai Tata Kelola Timah Belum Sebaik Nikel

Berikut laporan keuangan BUMN pada periode April 2025-April 2026:

– Pertamina: Laba Rp 24,9 triliun pada April 2026. Terdapat peningkatan 80% atau Rp 11 triliun dari laba pada April 2025.
– Pupuk Indonesia: Laba Rp 4,8 triliun pada April 2026. Terdapat peningkatan 202% atau Rp 3,2 triliun dari laba April 2025.
– Pelindo: Laba Rp 1,5 triliun pada April 2026. Terdapat peningkatan 169% atau Rp 900 miliar dari laba April 2025.
– InJourney: Laba Rp 300 miliar pada April 2026. Terdapat peningkatan 33% atau Rp 74 miliar dari laba April 2025.
– BRI: Laba Rp 21,2 triliun pada April 2026. Terdapat peningkatan 15% atau Rp 2,8 triliun dari laba April 2025.
– Bank Mandiri: Laba Rp 21,3 triliun pada April 2026. Terdapat peningkatan 33% atau Rp 74 miliar dari laba April 2025.
– BNI: Laba Rp 7,2 triliun pada April 2026. Terdapat peningkatan 6% atau Rp Rp 381 miliar dari laba April 2025.
– Adhi Karya: Laba Rp 69 miliar pada April 2026. Terdapat peningkatan 667% atau Rp 60 miliar dari laba April 2025.
– Krakatau Steel: Laba Rp 635 miliar pada April 2026. Sebelumnya mengalami kerugian Rp 981 miliar pada April 2025.
– Kimia Farma: Laba Rp 108 miliar pada April 2026. Sebelumnya mengalami kerugian Rp 160 miliar pada April 2025.
–  Semen Indonesia: Laba Rp 106 miliar pada April 2026. Sebelumnya mengalami kerugian Rp 6 miliar pada April 2025.

Leave a reply

Iconomics