Eks Wamenaker IEG Buka-bukaan ke KPK

0
72
Reporter: Wisnu Yusep

OTT Topan Ginting

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, IEG kini buka-bukaan ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepada penyidik, IEG membeberkan ada “penerimaan lain” di luar kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 yang sedang menjeratnya saat ini.

Awalnya, kasus korupsi ini hanya seputar uang Rp3 miliar dan satu motor mewah merek Ducati. Namun, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengungkap tabir baru dari pengakuan IEG.

“Awalnya, kalau yang terkait dengan sertifikasi K3, itu ada uang Rp3 miliar dengan satu motor Ducati,” kata Asep.

“Akan tetapi, pada kenyataannya, selain uang itu untuk renovasi rumah, sekarang kami menemukan ada mobil, ada segala macam,” kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (10/09/2025).

 

Empat Handphone Misterius dan Pengakuan IEG

KPK juga tengah berupaya mengungkap misteri di balik temuan empat unit telepon seluler (handphone/HP) yang disita dari plafon rumah dinas IEG. Langkah ini diambil untuk memverifikasi kesaksian IEG yang menyebut HP tersebut milik pembantunya.

Baca Juga :   Kinerja KPK 2022: Selamatkan Keuangan Negara dan Daerah Rp 63,9 T

Ketua KPK, Setyo Budiyanto menyatakan ekstraksi data pada HP itu menjadi kunci untuk memastikan kebenaran klaim tersebut.

“HP itu kan benda mati. Dia akan berbunyi, akan punya nyawa, akan berarti manakala akan dilakukan ekstraksi, dilakukan pendalaman terhadap HP itu untuk memastikan apa yang ada di dalam HP itu,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta belum lama ini.

Dalam pemeriksaan pada Selasa (02/09/2025), IEG membantah kepemilikan empat HP tersebut. Ia berdalih bahwa gawai itu adalah milik pembantunya. Pernyataan ini muncul setelah penggeledahan yang dilakukan KPK pada Selasa (26/08/2025) di rumah dinasnya.

Setyo menambahkan setelah proses ekstraksi data selesai, barulah KPK dapat menarik kesimpulan.

“Kalau sudah dilakukan tindakan atau kegiatan itu, baru akan bisa disimpulkan, ‘oh ternyata betul sesuai keterangannya Noel (Ebenezer) bahwa ini HP pembantunya’, atau ‘oh mungkin ternyata ini bukan punya siapa-siapa atau punya orang lain atau punya siapa’,” jelas Setyo.

Leave a reply

Iconomics