Ekspor Minyak Sawit Naik ke Amerika Serikat, China, Uni Eropa, Tapi Turun ke Rusia

0
135

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyampaikan produksi crude palm oil (CPO) bulan Mei 2025 turun 7,01% menjadi 4.165 ribu ton dari 4.479 ribu ton di bulan sebelumnya. Produksi palm kernel oil (PKO) bulan Mei juga turun menjadi 396 ribu ton dari 425 ribu ton.

Dengan demikian, secara YoY, sampai dengan bulan Mei, produksi CPO dan PKO tahun 2025 mencapai 22.600 ribu ton atau sekitar 2,08% lebih tinggi dari produksi tahun 2024 sebesar 22.140 ribu ton.

Gapki juga menyampaikan konsumsi dalam negeri mengalami penurunan dari 2.100 ribu ton pada bulan April menjadi 2.029 ribu ton pada bulan Mei. Konsumsi untuk pangan pada bulan Mei turun menjadi 803 ribu ton atau turun sebesar 7,81% dari bulan sebelumnya sebesar 871 ribu ton, untuk oleokimia naik menjadi 187 ribu ton atau sebesar 2,19% dari bulan sebelumnya sebesar 183 ribu ton sedangkan untuk biodiesel turun menjadi 1.039 ribu ton atau sebesar 0,67% dari bulan sebelumnya sebesar 1.046 ribu ton.

Baca Juga :   Stop Ekspor Bahan Mentah, Presiden: Jangan Grogi Kalau Digugat di WTO

Beda halnya dengan total ekspor produk sawit pada bulan Mei yang naik menjadi 2.664 ribu ton atau naik sebesar 49,75% dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 1.779 ribu ton. Kenaikan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 1.967 ribu ton dari 1.241 ribu ton pada bulan Mei (58,50%) diikuti CPO yang naik menjadi 164 ribu ton dari 54 ribu ton pada bulan Mei (23,70%). Ekspor oleokimia juga mengalami kenaikan menjadi 437 ribu ton dari 368 ribu ton pada bulan Mei (18,75%).

Berdasarkan negara tujuan ekspornya, kenaikan ekspor pada bulan Mei dari bulan sebelumnya antara lain India sebanyak 230 ribu ton, China sebanyak 88 ribu ton, Amerika Serikat sebanyak 32 ribu ton, Pakistan sebanyak 50 ribu ton, Bangladesh sebanyak 54 ribu ton, Afrika sebanyak 197 ribu ton dan Uni Eropa sebanyak 117 ribu ton. Negara tujuan yang mengalami penurunan ekspor di bulan Mei dibandingkan dengan bulan April terjadi untuk tujuan Rusia turun sebanyak 27 ribu ton.

Baca Juga :   Optimalkan Kontribusi Industri Sawit, Tim Peneliti UI Koreksi Kebijakan B50

Nilai ekspor produk sawit bulan Mei mengalami kenaikan dari US$2,069 miliar di bulan April menjadi US$2,822 miliar atau naik sebesar 36,40%. Nilai ekspor Januari-Mei mengalami kenaikan dari US$10,035 miliar pada 2024 naik menjadi US$13,641 miliar pada tahun 2025 atau naik sekitar 35,93%. Kenaikan nilai ekspor tresebut antara lain karena harga rata-rata produk Januari-Mei tahun 2025 sebesar US$1.186/ton Cif Rotterdam lebih tinggi dari rata-rata Januari-Mei tahun 2024 sebesar US$997/ton Cif Rotterdam.

Dengan demikian stok CPO dan PKO di akhir Mei 2025 turun menjadi 2.916 ribu ton. Stok awal bulan Mei sebesar 3.046 ribu ton, produksi CPO dan PKO naik menjadi 4.561 ribu ton, konsumsi dalam negeri turun menjadi 2.029 ribu ton dan ekspor naik menjadi 2.664 ribu ton.

Leave a reply

Iconomics