Habis Buku Putih Terbit, Visi Indonesia Digital 2045 Diluncurkan Kementerian Kominfo

0
198

Serangkaian kebijakan pemerintah untuk memperkuat digitalisasi di Indonesia sambung menyambung bergulir. Pasca peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2023 oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyusul peluncuran Visi Indonesia Digital 2045 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa seluruhnya ini merupakan rangkaian langkah kebijakan Pemerintah, satu kesatuan ekosistem bersama RPJMN 2025-2035 dan RPJP yang tengah dibahas di parlemen.

“Seluruhnya satu jalan, satu tarikan nafas untuk mencapai Indonesia Maju di tahun 2045. Secara ekonomi, Indonesia akan menjadi 5 negara terbesar di dunia. Salah satu faktor pengungkitnya adalah faktor digitalisasi,” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi.

Ia menyampaikan bahwa Visi Indonesia Digital perlu diupayakan secara holistik dan salah satu yang utama yakni terkait penyiapan SDM atau talenta digital.

Menko Airlangga juga menegaskan bahwa kebutuhan talenta digital nasional harus dapat dipenuhi secara mandiri, sehingga  tidak di outsourcing dari luar negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah telah menginisiasi berbagai program digital yang diantaranya yakni pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Digital di Nongsa Batam dan Kawasan Ekonomi Khusus Pendidikan di Malang.

Baca Juga :   Pemerintah Targetkan 188.617 Orang untuk Program Bantuan Pangan Beras di Provinsi Bali

“Kita harus cepat dan kita tidak boleh ketinggalan,dari negara lain yang suka meng-copycat apa yang sudah kita punya di Indonesia dan tidak senang Indonesia tumbuh jadi negara yang maju terdepan. Kita harus kerja keras,” tegas Menko Airlangga.

“Di level ASEAN, pada saat kepemimpinan Indonesia, kita siapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA), tidak ada regional lain di seluruh dunia yang menyiapkan ekonomi digital sekomprehensif ASEAN. Dunia baru kenal CEPA, dunia baru punya FTA, tetapi DEFA itu satu satunya, yang pertama mempersiapkan adalah ASEAN dan ASEAN di bawah kepemimpinan Indonesia,” kata Menko Airlangga.

Ia kemudian menjelaskan ekonomi digital Indonesia yang mampu menguasai 40% ekonomi digital ASEAN. Payment system digital Indonesia juga sudah menyentuh 5 negara di ASEAN dan dengan penggunaan QRIS tersebut sangat membantu perdagangan. Penggunaan QRIS kedepan akan terus didorong ke banyak negara agar nilai ekonomi digital Indonesia dapat diakselerasi semakin meningkat.

Menko Airlangga kembali menekankan bahwa selain hilirisasi, Indonesia juga memerlukan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi ekonominya.

Baca Juga :   Pandemi Dinilai Momentum untuk Lakukan Pemulihan dengan Aspek Keberlanjutan

“Jadi, digitalisasi ini diharapkan kontribusi ekonominya 20%. Ini membutuhkan e-gov, kemudian pengungkit ekonomi, mulai dari manufaktur sampai e-commerce dan industri service atau kalau di digital sering kita sebut servisifikasi. Dan itu kalau berkontribusi 20% juga terhadap ekonomi, maka ini menjadi bagus,” kata Menko Airlangga.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics