Ingin Membangun Bisnis, Simak Tips dari 3 Pengusaha Ini

0
1489
Reporter: Rommy Yudhistira

Mengawali bisnis sebagai pemula tentu akan menemui beberapa rintangan yang dapat menghambat perkembangan usaha. Meski demikian, hambatan-hambatan tersebut dapat dilalui jika para pelaku usaha mempersiapkan rencana dan strategi yang matang dalam mengelola bisnis yang dijalankan.

Soal itu, Chief Marketing Officer PT Harapan Bangsa dan Co-Founder Sang Pisang & Ternak Kopi Ansari Kadir membagikan pengalamannya dalam berbisnis kepada para pengusaha pemula. Ketika berbisnis yang perlu diperhatikan itu antara lain strategi-strategi yang dapat meningkatkan loyalitas konsumen.

“Jadi harus benar-benar after sales-nya, after service-nya dijaga benar-benar. Karena kualitas itu nomor satu kalau di bisnis makanan, kemudian program-program yang kita jalankan. Bagaimana menciptakan pelanggan yang loyal, jadi kalau misalkan pelanggannya sudah loyal itu dia tidak akan berpindah ke brand yang lain,” kata Ansari dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (16/9).

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Ternak Uang Raymond Chin mengatakan, untuk meningkatkan penjualan, dibutuhkan loyalitas konsumen yang tinggi agar produk yang dipasarkan dapat tepat sasaran sesuai dengan perencanaan usaha yang dibangun.

Baca Juga :   Selamatkan Bisnis di Masa New Normal, Ini Strategi yang Diterapkan AP I

“Loyal customer dulu, nggak bisa serve everyone, seperti Ternak Uang mau coba serve umur 35, 40, 50 (tahun), mungkin kita bakal gagal. Jadi kita harus main di demografi kita dahulu, kita harus tahu kalangan mana yang mau kita serve. Karena produk kita, marketing kita, message kita harus disampaikan ke primary customer itu,” kata Raymond.

Sedangkan, pendiri dan pemilik Panama Sandals Anton Hermawan Sugondo bercerita kisahnya ketika terjun menjadi wirausaha. Berdasarkan pengalamannya, para pelaku usaha yang ingin memulai bisnis terlebih dahulu melakukan riset atas jenis usaha yang ingin dijalankan.

“Memang bisnis itu harus ada risetnya dan waktu itu kita nggak ada sama sekali, karena cuma ikut-ikutan. Kalau pengalaman saya pada saat bikin usaha bidang kuliner itu cuma 2 tahun dan saya merasa ini bukan saya. Tapi balik kembali ke masing-masing pribadi, dan itu semua tergantung dari bakan dan minat masing-masing individu, harus sesuai dengan panggilan jiwa,” kata Anton.

 

Leave a reply

Iconomics