INKA: Kelebihan Produksi Sebabkan Industri Kereta Api Kompetitif

0
1605

Bisnis kereta api di dunia saat ini begitu kompetitif. Sebab negara-negara besar di berbagai belahan dunia sesungguhnya kelebihan produksi sehingga pertumbuhannya hanya 1% per tahun. Dan itu terjadi sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Tapi, sekarang jatuh semua sehingga semua proyek langsung tertunda semua. Apalagi rata-rata margin kentungannya dari semua komponen industri kereta api tidak terlalu tinggi,” kata Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (29/4).

Agung mengatakan, bisnis kereta api itu 50% sebenarnya berasal dari pemasok komponen kereta api, 25% dikuasai manufaktur seperti INKA dan 25% dari operasional. Kondisi saat ini khususnya kelebihan kapasitas produksi itu terjadi di Amerika Utara mencapai 40%, Eropa 40% sementara di Asia terutama di Tiongkok mencapai 60%.

Pengalaman INKA, kata Agung, ketika mengeskpor kereta ke Bangladesh, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura dan Australia dilakukan dari beberapa pendekatan. Negara yang punya uang tentu saja akan meminta produk yang berkulitas tinggi karena pasarnya meminta demikian. Sementara negara yang punya uang karena pinjaman cenderung mau produk bagus tapi murah.

Baca Juga :   Jaksa Agung: Investor Asing Tidak Terlibat Jiwasraya, tapi Ikut Dirugikan

“Sementara negara yang  punya sumber daya tapi tidak punya uang ditambah lagi negara pendonor masih meragukan kemampuannya untuk membayar maka mengharapkan adanya pengelolaan bersama atau barter,” kata Agung.

Menurut Agus, tantangan yang dihadapi INKA ketika mengembangkan industri kereta api ini terkait dengan komponen-komponen yang sangat bergantung dari impor. Fakta ini membuat Indonesia harus bersaing dengan Tiongkok sehingga keunggulan yang dimiliki INKA hanya mengandalkan otak dan harga tenaga yang kompetitif.

“Tapi, kalau sudah berbicara komponen kereta api, kita akan mengambil dari Tiongok karena banyak yang kita impor dari sana,” kata Agung.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics