IPB Turut Kontrol Mutu Program Kartu Prakerja
Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja M. Rudy Salahuddin/Ekon
Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja melakukan penandatangan nota kesepakatan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor. IPB akan melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan pelatihan dalam ekosistem Prakerja. Pemantauan tersebut bertujuan untuk menjaga standar mutu pelatihan yang diselenggarakan bagi Penerima Kartu Prakerja.
”Hal ini merupakan sebuah langkah yang tepat dalam mendorong penguatan tata kelola serta meningkatkan akuntabilitas program Kartu Prakerja ke depan,” kata Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja Rudy Salahuddin dalam siaran pers.
Sebelumnya, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, dan Indonesia Mengajar untuk melakukan asesmen terhadap pelatihan yang diusulkan oleh lembaga pelatihan. Asesmen ini adalah bagian dari syarat diterimanya suatu pelatihan ke dalam ekosistem Prakerja.
Kerjasama tersebut sejalan dengan Pasal 32 ayat 4 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 11 tahun 2020 yang mengatur pelibatan ahli dalam asesmen pelatihan. Program Kartu Prakerja saat ini digelar di 7 platform digital dengan 147 lembaga pelatihan yang menawarkan lebih dari 1.534 pelatihan.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan BPS mencatat 73% penganggur tidak pernah mengikuti pelatihan bersertifikat. Lewat Program Kartu Prakerja, sebanyak 5,6 juta peserta belajar materi pelatihan yang telah dinilai oleh ahli dan memperoleh sertifikat.
Pelatihan dalam Program Kartu Prakerja yang diberikan di masa pandemi, tidak hanya memberikan insentif untuk menunjang kebutuhan, namun yang lebih penting memberikan aneka pelatihan yang dibutuhkan pencari kerja ketika menunggu pasar tenaga kerja berangsur pulih dari pandemi.