Ipsos Ungkap Kadar Kekhawatiran Masyarakat di Asia Pasifik Terdampak Kebijakan Ekonomi Trump, Siapa yang Paling Khawatir?

0
43

Laporan survey Ipsos yang bertajuk “Global Attitudes to President Trump’s Economic Policies” menyoroti pandangan masyarakat di 29 negara terhadap dampak kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden global atau 61% menilai kebijakan tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian dunia.

Masyarakat di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menunjukkan sikap yang relatif hati-hati terhadap kebijakan ekonomi Presiden Trump. Ipsos mengungkap di Indonesia, sebanyak 63% responden percaya bahwa kebijakan ini akan berdampak negatif terhadap ekonomi global. Sikap serupa terlihat di negara-negara tetangga seperti Thailand sebanyak 55%, Malaysia sebanyak 58%, serta Singapura dan Jepang masing-masing sebesar 68%. Secara global, 61% responden menyatakan pandangan yang sama.

Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla menyatakan untuk menghadapi kebijakan ekonomi Presiden Trump, Indonesia berada di persimpangan jalan. Menurutnya, dengan 3 dari 5 warga Indonesia menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global, terdapat kebutuhan yang mendesak bagi pelaku usaha untuk melakukan adaptasi strategis di pasar yang dinamis ini.

Baca Juga :   Grant Thornton Rekomendasikan Kebijakan ke Presiden untuk Respons Kebijakan Trump

“Warga Indonesia juga khawatir bahwa kebijakan ini akan berdampak pada kondisi keuangan pribadi mereka, sehingga mendorong pelaku usaha untuk berinovasi, memberikan nilai yang lebih baik, dan menjalin keterlibatan yang lebih bermakna dengan konsumen,” kata Hansal dalam keterangan resminya.

Ipsos juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan, 58% responden global menilai bahwa kebijakan Trump akan membawa dampak negatif terhadap ekonomi negara mereka sendiri. Di Asia Pasifik, tingkat kekhawatiran ini bervariasi. Jepang mencatat angka tertinggi dengan 69% responden menyatakan kekhawatiran terhadap dampak negatif kebijakan Trump terhadap ekonomi domestik. Disusul oleh beberapa negara di Asia seperti; Singapura sebesar 64%, Indonesia sebesar 59%, Thailand sebesar 55%, dan Malaysia sebesar 49%. Sementara itu, India menunjukkan tingkat kekhawatiran paling rendah di kawasan ini dengan hanya 25% responden menyatakan hal serupa.

Beberapa negara lainnya juga menunjukkan tingkat kekhawatiran yang tinggi, seperti Korea Selatan sebanyak 79%, Kanada sebanyak 75%, dan Jerman sebanyak 71%. Kondisi ini menandakan bahwa persepsi negatif terhadap kebijakan ekonomi Trump tidak terbatas hanya pada negara tertentu saja, tetapi juga dirasakan luas oleh negara-negara maju maupun berkembang.

Baca Juga :   Bertemu Presiden Joe Biden, Inilah yang Disampaikan Presiden Jokowi

Ipsos juga memaparkan dampak kebijakan ekonomi Trump terhadap keuangan pribadi dan hubungan bilateral. Sebanyak 41% responden global menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan ekonomi Presiden Trump akan berdampak buruk terhadap kondisi keuangan pribadi mereka. Di Indonesia, kekhawatiran ini bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 43%, melampaui sejumlah negara tetangga seperti Thailand yang sebesar 39% dan Malaysia sebesar 37%.

Sementara itu, separuh responden Indonesia atau sebanyak 50% menilai kebijakan Trump berpotensi memperburuk hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Meski demikian, angkanya masih lebih rendah dibandingkan rata-rata global sebesar 54%. Menariknya, 27% responden Indonesia justru melihat adanya kemungkinan dampak positif terhadap hubungan bilateral kedua negara sebagai hasil dari kebijakan ekonomi tersebut.

Negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi terhadap hubungan bilateral mereka dengan AS adalah Kanada sebanyak 81%, disusul Korea Selatan sebanyak 73%, Jerman sebanyak 72%, dan Prancis sebanyak 69%.

Leave a reply

Iconomics