Keketuaan Asean 2024 Diserahkan ke Laos

0
245

Serah terima Keketuaan Asean dari Indonesia kepada Laos untuk tahun 2024 telah berlangsung pada 7 September 2023.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Pemimpin Negara dan undangan yang hadir. Selama tiga hari, setidaknya 12 pertemuan KTT telah diselenggarakan dan menghasilkan 90 outcome documents serta sejumlah kesepakatan konkret dengan mitra,” kata Presiden Jokowi mengawali pidato penutupnya yang dikutip dalam keterangannya.

“Jujur saya katakan, ini menguatkan harapan dan semangat untuk terus melanjutkan perjuangan dalam mewujudkan kawasan yang damai, stabil dan sejahtera. Mari kita kukuhkan kawasan Indo-Pasifik sebagai teater perdamaian dan inklusivitas, serta fondasi kunci yang akan mengantar Asean ke masa depan lebih baik untuk rakyat dan dunia. Inilah esensi yang dibangun Keketuaan Indonesia menjadikan Asean Matters: Epicentrum of Growth,” lanjut Jokowi menegaskan.

Keketuaan Indonesia di Asean pada tahun ini menggarisbawahi komitmen Asean untuk tidak menjadi arena rivalitas negara-negara besar dengan tetap mengedepankan sentralitas Asean. Menurut Presiden Jokowi, tugas Asean dalam mengatasi dinamika dan tantangan global tidak mungkin dapat selesai hanya dalam satu keketuaan, namun negara-negara Asean perlu bahu-membahu dalam menavigasi tantangan menjadi peluang, rivalitas menjadi kolaborasi, eksklusivitas menjadi inklusivitas, dan perbedaan menjadi persatuan. Dengan demikian, Asean dapat mengukuhkan relevansinya kepada masyarakat dan dunia.

Baca Juga :   Menko Airlangga Ungkap Tarif Nol Persen Diberikan untuk Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Lainnya

Presiden Joko Widodo juga secara resmi menyerahkan kepemimpinan Asean kepada Laos untuk menjadi Ketua Asean pada 2024. Momen ini disimbolkan dengan penyerahan palu keketuaan (gavel) yang dilanjutkan dengan sambutan dari Perdana Menteri Laos, Sonexay Siphandone.

“Laos merasa terhormat untuk dapat memegang Keketuaan Asean pada 2024, melanjutkan prestasi yang telah dicapai pada Kepemimpinan Indonesia,” ungkap PM Siphandone.

Laos telah memegang keketuaan di Asean sebanyak dua kali yakni pada 2004 dan 2016. Pada keketuaan yang ketiga ini, Laos mengambil tema “Asean: Enchancing Connectivity and Resilience”. Hal itu menekankan prioritas Laos untuk meningkatkan konektivitas, mengatasi tantangan dalam lanskap geopolitik dan geokonomi.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics