Kemendag Terus Dorong SRG, Nilai Transaksi Resi Gudang 2020 Naik 72%
Ilustrasi komoditas/KBI
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengajak pemangku kepentingan memaksimalkan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di daerah. Tren penggunaan dan nilai transaksi resi Gudang juga menunjukkan tren yang positif.
“Kemendag akan memaksimal pemanfaatan SRG sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan daerah hadir untuk masyarakat. Selain itu, dengan koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, SRG diharapkan dapat meningkatkan pembangunan ekonomi di daerah,” kata Jerry dalam siaran pers.
Pada 2020, nilai transaksi resi gudang tercatat telah mencapai Rp190,94 miliar atau tumbuh sebesar 72% dibandingkan periode 2019. Adapun nilai pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp114,31 miliar atau naik 70% dibandingkan tahun 2019. Kini jenis komoditas yang telah diterbitkan resi gudangnya antara lain gabah/beras, jagung, kopi, kakao, rumput laut, rotan, lada, garam, timah, ikan, dan ayam karkas.
SRG telah dilaksanakan di sejumlah wilayah di Indonesia dengan jumlah 158 gudang yang terdiri atas milik pemerintah dan swasta. Hingga 2020, terdapat 85 pengelola gudang SRG yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti dan terdapat 52 Lembaga penilaian kesesuaian SRG yang mendukung pelaksanaan SRG di Indonesia.
Wamendag Jerry mengatakan SRG merupakan kebijakan Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) dan para pengelolanya di bawah pemerintah daerah. Dalam pelaksanaan SRG, Kemendag bersinergi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan perbankan.