Kementerian PU Prioritaskan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 untuk Jalur Transportasi dan Pengendali Banjir
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo/Dok. Kementerian PU
Percepatan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 menjadi prioritas utama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini didesain tidak hanya sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai infrastruktur pengendali banjir yang terintegrasi.
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek ini adalah jawaban jangka panjang. Menteri Dody telah secara langsung meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah untuk mengakselerasi penyelesaian seksi 1 yang membentang dari Kaligawe hingga Sayung sepanjang 10,64 km.
Ruas Tol Semarang-Demak Seksi 1 dirancang terintegrasi dengan Tanggul Laut raksasa yang dilengkapi sistem polder moderen, yang secara efektif dapat menahan dan mengelola luapan air laut yang kerap merendam jalur Pantura Semarang-Demak dan kawasan industri sekitarnya, termasuk kawasan industri Terboyo.
“Sekarang kita sedang berada di pekerjaan Seksi 1B, Alhamdulillah tanggul semua sudah nyambung, tertutup. Makanya tadi saat kita lewat Jalan Pantura Sayung-Demak, sudah tidak ada rob sampai jalan,” kata Menteri Dody dalam keterangannya.
“Tetapi masih ada air di selokan-selokan kanan kiri, jadi kita terus dorong penyelesaian tol ini,” lanjutnya.
Pemerintah telah menyiapkan pompa bergerak di beberapa titik untuk Solusi sementara. “Untuk air yang masih menggenangi selokan di kanan kiri Jalan Pantura Sayung harus kita sedot dengan pompa, sementara waktu untuk mengatasi selokan yang sudah penuh karena hujan, kita siapkan mobile pompa di beberapa titik, sehingga tidak melimpas ke jalan raya,” kata Menteri Dody.
Hingga 1 September 2025, progres fisik keseluruhan proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 telah mencapai 52,27%. Pengerjaannya dibagi ke dalam tiga paket utama:
- Paket 1A oleh Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan progres fisik 73,19%;
- Paket 1B oleh Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA), dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) dengan progres 51,67%;
- Paket 1C oleh Adhi Karya dan Sinohydro dengan progres 34,16%.
Di Paket 1C, tengah dibangun dua kolam retensi besar, yaitu Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan. Kolam Retensi Terboyo memiliki panjang tanggul 6,55 km, dilengkapi 6 unit pompa air axial vertical kapasitas 5 m3/detik dan 2 unit pompa submersible kapasitas 500 liter/detik dengan luas layanan 189 hektare. Adapun Kolam Retensi Sriwulan memiliki panjang tanggul 2,10 km dilengkapi 4 unit pompa Axial vertical kapasitas 5 m3/detik, 2 unit pompa submersible kapasitas 500 liter/detik dengan luas layanan seluas 28 hektare.
Selain itu, dibangun pula sistem pengendali banjir Tenggang-Sringin Tahap 1 yang dilengkapi 6 unit rumah pompa dengan total kapasitas 81 m3/detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km. Kehadiran infrastruktur ini diproyeksikan mampu mereduksi banjir di area seluas 4.429 hektare yang meliputi tiga kecamatan dan melindungi lebih dari 254.000 jiwa atau sekitar 119.781 KK.