Kepala IKN: Lebih Dari 100 Investor yang Tertarik Investasi di IKN Hingga Akhir Januari 2023

0
299
Reporter: Maria Alexandra Fedho

Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) mendapat dukungan dari para investor. Berbagai sektor yang dibutuhkan di IKN diminati oleh para investor.

Kepala Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Bambang Susantono menyampaikan hingga akhir Januari 2023, telah lebih dari 100 investor menyatakan tertarik berinvestasi di IKN, serta 90 investor yang telah menyampaikan Letter of Intent (LoI) kepada Otorita.

Dalam Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 pada Kamis, (02/02/2023), Bambang menyampaikan hal tersebut kepada para investor yang hadir dalam acara tersebut.

Sejumlah sektor investasi yang diminati para investor antara lain infrastruktur dan utilitas sebanyak 25 investor, edukasi sebanyak 15 investor, konsultan sebanyak 14 investor, perumahan sebanyak 10 investor, komersial sebanyak 9 investor, teknologi sebanyak 6 investor, kesehatan sebanyak 5 investor dan perkantoran sebanyak 6 investor. Ketertarikan investor yang sangat tinggi ini memperkuat optimisme untuk mampu membangun satu ekosistem kota yang lengkap di IKN pada 2024, sekaligus meletakkan landasan kuat bagi pembangunan ibukota ini hingga 2045 nanti.

Bambang menjelaskan saat ini ada tiga investor yang siap membangun hunian di IKN, yaitu Konsorsium CCFG Corp. dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara dengan investasi sebesar Rp30,8 triliun. Selain itu, ada Korea Land and Housing Corp dengan investasi Rp8,65 triliun dan PT Summarecon Agung Tbk. sebesar Rp1,67 triliun.

Baca Juga :   Konsisten Lahirkan SDM Berkualitas, Bank Mandiri Puncaki Peringkat LinkedIn Top Companies 2023

Invetasi tersebut untuk membangun 184 tower hunian dengan kapasitas 14.500 jiwa dan direncanakan akan selesai pada akhir 2024.

Selain investasi di IKN, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan kebutuhan investasi Indonesia mencapai US$545,3 miliar hingga 2040, yang terbagi dalam 8 sektor prioritas yaitu mineral dan batubara membutuhkan investasi US$431,8 miliar, minyak dan gas bumi sebesar US$68,1 miliar, dan sektor perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan sebesar US$45,4 miliar.

Tidak hanya itu, Bahlil juga memaparkan peluang investasi dari program hilirisasi sumber daya alam menjadi komoditas bernilai tambah. Beberapa program ini antara lain adalah pengolahan nikel menjadi baterai kendaraan listrik, gasifikasi batubara menjadi dimetil eter (DME), pengolahan gas alam menjadi methanol dan pupuk, serta hilirisasi sektor pangan.

Komitmen pemerintah yang mendorong hilirisasi SDA, akan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi baterai kendaraan listrik. Sejumlah rencana investasi terkait hal ini adalah pembangunan industri baterai terintegrasi oleh LG sebesar US$9,8 miliar dan CATL sebesar US$5,2 miliar. Selain itu, Foxconn juga akan membangun industri baterai dan kendaraan listrik termasuk industri pendukungnya dengan investasi US$8 miliar. Dan Envision/INBC yang membangun Kawasan Industri Net Zero dan industri baterai terintegrasi.

Baca Juga :   Hasil Audit BPKP Ungkap Fraud Dana Pensiun Jiwasraya, Pelakunya Masih Ditahan hingga Saat Ini

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi juga menjelaskan bahwa Mandiri berkomitmen kuat untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan IKN Nusantara, hilirisasi SDA dan optimalisasi energi bersih dan ekonomi hijau.

“Melalui Mandiri Investment Forum, Bank Mandiri Group berharap calon investor memperoleh update informasi mengenai peluang investasi di Indonesia dan sederet reformasi kebijakan yang telah diperkenalkan pemerintah untuk menggaet para investor. Lewat forum ini, Bank Mandiri Group berkomitmen memberi kontribusi untuk terus memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya risiko resesi global,” ujar Darmawan.

Dari sisi sustainability, Bank Mandiri sendiri secara konsisten mengembangkan ekosistem pembiayaan berkelanjutan dari hulu ke hilir serta framework ESG yang mengacu pada best practices.

Di tahun 2022, pembiayaan hijau Bank Mandiri mencapai sebesar Rp106 triliun atau sekitar 11,4% dari portfolio pembiayaan. Bank Mandiri juga meluncurkan 241 smart branch yang menurunkan carbon footprint dari mobilisasi masyarakat yang datang ke cabang serta inisiatif carbon insetting melalui penanaman mangrove dengan target seluas 500 Ha sampai dengan tahun 2025.

Baca Juga :   Aturan GeNose per 1 April 2021 dari KAI

“Sejalan dengan kebijakan Pemerintah, perkembangan tren global dan untuk terus relevan dengan kebutuhan masyarakat, Mandiri Group sebagai satu kesatuan financial institution dengan keunikan ekosistem yang luas, akan terus mengembangkan inisiatif baik dari sisi digital maupun sustainability,” kata Darmawan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics