Kinerja Keuangan Positif, Bank Permata Cetak Laba Bersih Rp 5,0 T Periode Januari-September 2025
Ilustrasi. Kantor Pusat PertamaBank/Foto: Dok.PermataBank
PT Bank Permata Tbk, membukukan laba bersih sebelum pencadangan sekitar Rp 5,0 triliun pada periode Januari-September 2025. Jumlah itu meningkat 4,9% secara tahunan (yoy).
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, pihaknya mencatatkan penyaluran kredit yang tumbuh 5,4% secara yoy menjadi Rp 158,9 triliun. Pertumbuhan kredit didorong segmen korporasi yang naik 8,2% yoy menjadi Rp 93,9 triliun.
Kemudian segmen komersial, kata Meliza, tumbuh 10,4% secara yoy menjadi Rp 20,9 triliun. NPL gross dan loan at risk masing-masing pada level 2,1%, dan 7,0%.
“Pencapaian ini mencerminkan ketangguhan dan komitmen kami untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Dengan fundamental yang kuat, dukungan penuh dari Bangkok Bank, serta kepercayaan nasabah yang terus meningkat, mendorong kami untuk memperkuat fondasi bisnis yang sehat, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan memperkuat posisi sebagai Bank pilihan utama di setiap segmen,” kata Meliza dalam keterangan resminya pada Selasa (28/10).
Dari sisi likuiditas, kata Meliza, Permata Bank mencatat liquidity coverage ratio (LCR) rata-rata pada level 393,9%, dan net stable funding ratio (NSFR) pada level 132,9% di akhir September 2025. Untuk permodalan, Permata Bank membukukan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 35,0%, dan 26,8%.
Meliza menambahkan, rasio permodalan Permata Bank diklaim menjadi salah satu yang terkuat di antara bank-bank umum lainnya di Indonesia.
“Berbekal fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, transformasi digital, dan penguatan budaya kolaboratif, kami optimistis dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat kontribusi bagi perekonomian nasional,” ujar Meliza.