Kuartal I 2026, Laba Bersih Permata Bank Tumbuh 16,6 Persen

0
54

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) membukukan laba bersih sebesar Rp920,10 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 11,9 persen YoY. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 2,8 persen YoY hingga akhir Maret 2026, seiring strategi bisnis bank yang menekankan pertumbuhan kredit secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Dengan dukungan strategis dari Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali, Permata Bank terus memperluas konektivitas sekaligus memperkuat kredibilitas. Di tengah dinamika ekonomi global, bank ini memposisikan diri sebagai bank lokal dengan visi regional dan jaringan global, sejalan dengan ambisinya menjadi bank universal pilihan dengan profitabilitas berkelanjutan serta pertumbuhan yang prudent di Indonesia.

Meliza M. Rusli mengatakan, kinerja positif pada awal tahun mencerminkan ketahanan dan disiplin perseroan dalam menjalankan strategi bisnis.

“Kinerja Permata Bank pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ketahanan dan disiplin kami dalam menjalankan strategi bisnis. Didukung oleh permodalan dan likuiditas yang kuat, serta pertumbuhan kredit yang selektif, kami terus menjaga kinerja bank dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus mendukung kebutuhan nasabah dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Permata Bank akan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan talenta sumber daya manusia, optimalisasi kapabilitas digital, serta perluasan kemitraan strategis. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi bagi nasabah dan keluarga, dengan memahami kebutuhan yang beragam, mulai dari individu, lintas generasi, hingga pelaku usaha.

Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, fundamental bisnis bank tetap solid. Hal ini tercermin dari Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang berada pada level 87,1 persen per akhir Maret 2026, meningkat dibandingkan 83,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Likuiditas bank juga terjaga memadai, dengan rasio sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada di atas ambang batas minimum 100 persen. Hingga Maret 2026, Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata triwulanan tercatat sebesar 267,4 persen, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 122,9 persen.

Optimalisasi neraca turut mendorong peningkatan rasio dana murah (CASA) menjadi 65,5 persen per akhir Maret 2026, naik dari 58,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi kualitas aset, Permata Bank tetap menjaga prinsip kehati-hatian melalui pemantauan portofolio yang disiplin. Penyaluran kredit mencapai Rp161 triliun, didorong oleh segmen korporasi yang tumbuh 6,5 persen YoY menjadi Rp98,2 triliun, serta segmen komersial yang meningkat 1,8 persen YoY menjadi Rp19,7 triliun.

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,2 persen dan 6,4 persen, dibandingkan 2,0 persen dan 7,6 persen pada kuartal I 2025. Bank juga menjaga rasio pencadangan yang kuat, dengan NPL Coverage sebesar 355,7 persen dan LAR Coverage 120,6 persen.

Dalam pengelolaan kredit bermasalah, bank secara konsisten menerapkan langkah-langkah terukur melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.

Permodalan bank juga menunjukkan penguatan signifikan, dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Common Equity Tier 1 (CET-1) masing-masing sebesar 33,9 persen dan 25,9 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini menempatkan Permata Bank sebagai salah satu bank dengan permodalan terkuat di antara bank komersial besar di Indonesia, sekaligus memberikan ruang untuk ekspansi bisnis ke depan.

Kinerja Permata Bank Syariah

Unit usaha syariah Permata Bank turut mencatatkan kinerja positif. Laba operasional sebelum provisi mencapai Rp198,4 miliar atau tumbuh 5,3 persen YoY, didorong oleh peningkatan pendapatan operasional sebesar 3,4 persen YoY serta efisiensi biaya yang terjaga.

Dalam memperluas inklusi keuangan syariah, Permata Bank Syariah mengusung proposisi “Syariah untuk Semua” sebagai pendekatan yang inklusif, modern, dan relevan bagi masyarakat di berbagai tahap kehidupan. Layanan ini mencakup kebutuhan mulai dari perencanaan ibadah, kepemilikan aset, hingga pengelolaan keuangan sehari-hari melalui platform digital.

Selain itu, Permata Bank juga terus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan nilai tambah dan memperdalam hubungan dengan nasabah. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan Adeging Mangkunegaran ke-269, termasuk Mangkunegaran Run 2026 dan MakaN-MakaN, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi, budaya, dan komunitas.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics