Lonsum: Produksi TBS Turun karena Dampak Cuaca dan Replanting

0
1419

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) melaporkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun 7% yoy menjadi 1,2 juta ton pada tahun 2021. Penurunan terjadi terutama karena dampak cuaca yang tidak mendukung serta kegiatan peremajaan tanaman sawit.

Seiring dengan turunnya produksi TBS inti dan eksternal, total produksi CPO turun 8% yoy menjadi 306 ribu ton. Volume penjualan CPO juga turun 2% yoy menjadi 318 ribu ton dan volume penjualan produk PK turun 6% yoy menjadi 92 ribu ton.

Lonsum mencatat kenaikan penjualan sebesar 28% yoy menjadi Rp4,53 triliun di 2021 yang didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) produk sawit. ASP CPO dan PK masing-masing meningkat 31% yoy dan 55% yoy.

Lonsum juga mencatat laba kotor sebesar Rp1,81 triliun atau naik 68% yoy. Adapun laba operasi mencapai Rp1,19 triliun atau tumbuh 46% yoy dan EBITDA sebesar Rp1,95 triliun atau tumbuh 59% yoy.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 42% yoy menjadi Rp991 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan laba usaha yang sebagian diimbangi oleh peningkatan beban pajak penghasilan.

Baca Juga :   Industri Sawit Hadapi Sejumlah Tantangan di 2024 dari Aspek Global hingga Dalam Negeri

Lonsum mencatatkan total aset sebesar Rp11,85 triliun termasuk posisi kas dan setara kas Rp3,37 triliun dan tidak adanya pendanaan melalui hutang bank pada tanggal 31 Desember 2021.

Presiden Direktur Lonsum Benny Tjoeng mengatakan industri agribisnis di tahun 2021 kembali menghadapi tahun yang penuh tantangan, terutama karena kondisi cuaca yang tidak mendukung dan berlanjutnya dampak pandemi.

“Naiknya harga komoditas sepanjang tahun 2021 terutama disumbang oleh meningkatnya permintaan vegetable oils dunia serta rendahnya produksi akibat dampak cuaca,” kata Benny dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan pada FY2021, Lonsum meraih kinerja keuangan yang positif seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit serta upaya-upaya kami dalam pengendalian biaya dan efisiensi. Menurutnya, produksi TBS inti Lonsum terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung dan berlanjutnya kegiatan peremajaan tanaman sawit. Ia mengatakan Lonsum melakukan penanaman kembali pada sebagian lahan yang berusia tua dengan benih bibit yang memiliki potensi hasil panen tinggi.

Leave a reply

Iconomics