Meningkat 21,8%, Unilever Indonesia Tbk Bukukan Laba Bersih Rp3,5 Triliun pada 2025

0
71

PT Unilever Indonesia, Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp3,5 triliun pada 2025, tumbuh 21,8% dibanding tahun sebelumnya. Dengan mengikutsertakan kontribusi dari discontinued operations serta laba bersih dari penjualan bisnis Es Krim, laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp7,6 triliun.

Sepanjang tahun lalu, Perseroan mencatat pendapatan bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp31,9 triliun, tumbuh 4,3% secara tahunan, mencerminkan pemulihan kinerja yang berkelanjutan.

Laba bruto dari operasi yang masih berjalan tercatat 46,9%, sedikit melemah 60 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya seiring meningkatnya biaya transformasi. Namun, apabila dikecualikan dari biaya tersebut, laba bruto justru menunjukkan perbaikan dengan kenaikan 46 basis poin, menegaskan fundamental profitabilitas yang semakin kuat.

Sejalan dengan itu, laba sebelum pajak dari operasi yang masih berjalan meningkat menjadi 14,1%, atau naik 183 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Tanpa memperhitungkan biaya transformasi, laba sebelum pajak mencapai 16,3%, mencerminkan efektivitas upaya peningkatan efisiensi dan kualitas pertumbuhan.

Perseroan mencatat free cash flow sebesar Rp4,9 triliun, meningkat 1,7 kali dibandingkan tahun sebelumnya, serta mempertahankan posisi keuangan yang sangat solid dengan utang nol.

Baca Juga :   Pemkab Cilacap Minta Dukungan Unilever dan SBI untuk Realisasikan Ambisi Produksi 200 Ton Produk RDF per Hari

“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas,” kata Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk., Benjie Yap, Kamis (12/2).

Benjie menambahkan, meskipun lingkungan bisnis akan tetap dinamis, kinerja ini memperkuat keyakinan bahwa Peseroan berada di jalur yang tepat untuk membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Kinerja 2025 ini ditopang oleh tiga pilar utama: Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya, sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang yang berorientasi pada kualitas.

Pada pilar Kategori, Perseroan memperkuat minat konsumen melalui optimalisasi portofolio ke segmen dengan pertumbuhan lebih cepat serta percepatan pendekatan social-first. Transformasi portofolio membuahkan hasil dengan peningkatan kontribusi segmen pertumbuhan tinggi dari 8,0% menjadi 9,8%, didukung fokus yang lebih kuat pada Power Brands pascadivestasi bisnis Es Krim dan Teh. Sebanyak 16 merek mencatat pertumbuhan dan berkontribusi 75% dari total penjualan, dengan pertumbuhan penjualan 9,1%.

Baca Juga :   Unilever dan Mitranya Apresiasi Peran UMKM dalam Mengedukasi dan Mendorong Gaya Hidup Isi Ulang di Tengah Konsumen

Pada pilar Saluran Penjualan, Perseroan terus berinvestasi dalam penguatan infrastruktur distribusi dan eksekusi ritel, serta memperluas kehadiran di saluran pertumbuhan masa depan, khususnya D-Commerce dan Health & Beauty, guna menjangkau konsumen secara lebih efektif di berbagai kanal.

Pada pilar Biaya, Perseroan mempertahankan disiplin pengendalian biaya melalui peningkatan produktivitas di seluruh rantai nilai. Efisiensi yang dihasilkan mendukung reinvestasi pada pembangunan merek dan inovasi, sekaligus memperkuat margin dan fondasi keuangan Perseroan.

Fokus Perseroan pada 2026 tetap pada pertumbuhan berbasis kualitas dan volume, bahkan melampaui tren pasar. Pertumbuhan pada kuartal pertama 2026 diperkirakan akan sementara melambat akibat pergeseran waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal, yang memindahkan pola belanja konsumen ke kuartal sebelumnya. Dampak ini bersifat musiman dan tidak mencerminkan momentum bisnis yang mendasar.

“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak. Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat eksekusi strategi di setiap kanal. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia di 2026 dan seterusnya,” ujar Benjie Yap.

Leave a reply

Iconomics