Menko Airlangga Buka Peluang Kerja Sama yang Lebih Dalam kepada China, Simak Bidang Usaha yang Ditawarkan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia/Dok. Ekon
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto membuka kerja sama ekonomi yang lebih dalam pada sejumlah bidang kepada para pengusaha China. Hal ini disampaikan Menko Airlangga dihadapan pengusaha di China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI).
Menko Perekonomian menyampaikan bahwa Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, artificial intelligence (AI), komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,
Selama dua dekade terakhir, CCCI telah berkembang menjadi jembatan komunikasi antara Pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Penguatan kerja sama tersebut juga semakin ditegaskan melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada November 2024 yang menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
“Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, Tiongkok berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat, keduanya merupakan anggota G20, dan Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB US$17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB US$1,4 triliun. Jadi, ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia pada 9 Januari 2026 lalu.
Selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan besaran mencapai US$135,2 miliar pada tahun 2024, kerja sama kedua negara juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Inisiatif TCTP tersebut merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok.
Nota Kesepahaman terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 lalu telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Menko Airlangga dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao, dan disaksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang. Hal tersebut menjadi salah satu wujud nyata dalam menunjukkan komitmen politik yang kuat di tingkat tinggi.
Sebagai bagian integral dari penguatan kerja sama TCTP tersebut, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra-mitra Indonesia dengan nilai total sebesar Rp36,4 triliun, atau sekitar US$2,19 miliar. Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, dan kecerdasan buatan.
Berkaitan dengan investasi, Pemerintah Indonesia juga terus berkomitmen untuk meningkatkan iklim investasi melalui reformasi regulasi, pengembangan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan untuk memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik. Indonesia kini memiliki gugus tugas untuk mempercepat program-program strategis Pemerintah yang akan membantu mempercepat proses investasi.