Menteri Erick Paparkan Perkembangan Kinerja dan Capaian BUMN pada 2022

0
341
Reporter: Maria Alexandra Fedho

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan kinerjanya yang mengalami peningkatan pada tahun 2022. Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan bahwa kinerja keuangan BUMN naik mulai dari aset, pendapatan usaha, ekuitas, dan laba bersih.

Aset BUMN pada kuartal ketiga 2021 senilai Rp8.767 triliun, sedangkan di kuartal ketiga tahun 2022 naik menjadi Rp9.559 triliun. Ekuitas kuartal tahun 2021 sebesar Rp2.537 triliun dan di kuartal ketiga tahun 2022 meningkat menjadi Rp3.211 triliun. Adapun pendapatan usaha dari kuartal ketiga tahun 2021 sebesar Rp1.613 triliun menjadi Rp2.091 triliun pada kuartal ketiga tahun 2022. Kementerian BUMN juga mencatat laba bersih di kuartal ketiga tahun 2021 sebesar Rp61 triliun, dan menjadi Rp155 triliun pada kuartal ketiga 2022.

Menteri Erick juga menyoroti terkait hutang pada BUMN. Menurutnya, hutang itu wajar kalau untuk kegiatan produktif, namun tidak wajar apabila penggunannya tidak jelas.

“Kadang-kadang kita semua terjebak paradigma akan hutang, hutang. Hutang itu wajar kalau kita produktif itu ga ada masalah. Yang bahaya hutang yang dikorupsi, yang tidak jelas penggunannya. Kalau hutang yang produktif tidak apa-apa ya, semua masyarakat kita juga melakukan itu, asal disiplin,” jelas Menteri BUMN pada Senin (02/01/2023).

Baca Juga :   Danantara Larang Berikan Tantiem kepada Komisaris dan Anak BUMN

Erick mengungkapkan perbaikan rasio hutang terhadap modal BUMN yang mengalami penurunan. Rasionya sebesar 38,6% pada tahun 2020, berlanjut menurun menjadi sebesar 36,2% pada 2021, dan pada kuartal ketiga 2022 menurun menjadi 34%.

Kontribusi BUMN berupa dividen, pajak, dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pun meningkat. Pada tahun 2017 sampai 2019, selama 3 tahun, total kontribusi senilai Rp1.130 triliun. Sedangkan pada tahun 2020 sampai kuartal ketiga 2022, total kontribusi BUMN mencapai Rp1.198 triliun.

Di tahun 2022 ini, Erick menyebut telah menyelesaikan 88 proyek prioritas BUMN yang berjalan sesuai target. Beberapa proyek tersebut diantaranya peluncuran InJourney sebagai Holding BUMN pariwisata dan pendukung. Penyelesaian Gedung Sarinah dan Model Bisnis Baru, Rumah Milenial BTN, Pengembangan Digital Hub antara Livin dan Brimo. Restrukturisasi Garuda, Pengembangan Vaksin BUMN, dan Ekspansi Pasar Global BNI.

Meningkatnya kinerja keuangan BUMN ini, Erick menuturkan bahwa tak lepas dari adanya perubahan bisnis model yang beradaptasi dengan situasi zaman. Seperti contohnya pada pembangunan Sarinah.

Baca Juga :   Direktur Keuangan & SDM Pertamina Trans Kontinental Sabet Penghargaan CFO Terbaik

“Lalu kemudian Sarinah, sesuatu yang tadinya sudah tidak punya kesempatan, dengan perubahan bisnis model yang beradaptasi dengn situasi zaman, bisa, ramai lagi. Nah ini jadi kerja-kerja highlight yang tadi dalam perubahan situasi jaman juga harus beradaptasi dengan bisnis modelnya,” tambahnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics