Optimalisasi Anggaran PEN dan Realisasinya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok. Ekon
Detail perluasan cakupan wilayah tersebut mempersyaratkan tidak ada perubahan kriteria penerima; perubahan hanya terkait cakupan wilayah, menjadi level nasional (514 Kab/Kota di 34 Provinsi); total sasaran perluasan sebesar 1,6 juta orang pekerja dengan memanfaatkan sisa pagu BSU tersebut; dan Perluasan tidak overlapping dengan penerima program bantuan lainnya (Prakerja, PKH, BPUM dll.)
Selain itu hasil evaluasi juga memutuskan realokasi Perlinsos untuk Program Top-Up Kartu Sembako dan BLT Desa dalam rangka Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 2021. Untuk Penambahan/top-up Kartu Sembako, nilai bantuan dan durasi menyesuaikan dengan sisa realokasi Perlinsos lainnya a.l. KPM Sembako dan cadangan Perlinsos, di mana Kemenkeu tengah menghitung ketersediaan anggarannya. Penambahan/top-up bantuan Kartu Sembako dan BLT Desa sebesar Rp300.000 untuk durasi 3 bulan (s/d Des 2021), pada 35 Kabupaten Prioritas Program pengentasan kemiskinan ekstrim.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan rincian realisasi PEN per 22 Oktober 2021 yakni sebagai berikut:
- Realisasi kluster Kesehatan sebesar Rp116,82 triliun (54,3%);
- Realisasi kluster Perlinsos sebesar Rp125,10 triliun (67%);
- Realisasi kluster Program Prioritas sebesar Rp68,07 triliun (57,7%);
- Realisasi kluster Dukungan UMKM & Korporasi sebesar Rp63,20 triliun (38,9%); dan
- Realisasi kluster Insentif Usahas sebesar Rp60,73 triliun (96,7%).
Terkait dengan program Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), Menko Airlangga menjelaskan bahwa hingga 25 Oktober 2021 bantuan telah disalurkan kepada 706.996 penerima yang berarti telah mencapai lebih 70% dari target.
“Serapannya sangat baik. Jadi bantuan ini efektif untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kecil (PKL dan Pemilik Warung) dan pengaman bagi yang belum mendapat bantuan lainnya,” pungkas Menko Airlangga.
Halaman Berikutnya