Pegadaian Kerja Sama dengan Pupuk Kaltim Perkuat Fondasi Ekonomi
PT Pegadaian (Persero) bekerja sama dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), untuk memperkuat fondasi ekonomi kedua belah pihak. Jangka waktu kerja sama kedua lembaga tersebut berlangsung 3 tahun, dan berakhir pada 24 Juni 2029.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan tingkat literasi keuangan karyawan Pupuk Kaltim.
Selanjutnya, kata Selfie, kedua perusahaan pun berupaya membangun budaya investasi yang sehat, untuk mendukung program inklusi keuangan nasional yang diselenggarakan pemerintah.
“Melalui program literasi keuangan terstruktur dan penyediaan berbagai pilihan fasilitas pengelolaan keuangan pribadi, kami berharap seluruh karyawan Pupuk Kaltim dapat merencanakan masa depan finansial mereka secara lebih bijak,” kata Selfie dalam keterangan resminya pada Senin (29/6).
Dengan kerja sama itu, kata Selfie, karyawan Pupuk Kaltim akan mendapatkan akses langsung terhadap platform pengelolaan keuangan milik Pegadaian. Beberapa keuntungan yang didapatkan seperti kemudahan dalam kepemilikan aset investasi, perlindungan nilai keuangan dari inflasi melalui emas, dan fasilitas pembiayaan dengan skema khusus yang dirancang ramah bagi kesejahteraan pekerja.
Sinergi tersebut, ujar Selfie, akan membuka peluang integrasi layanan yang lebih fleksibel bagi kedua perusahaan. “Kami telah menyiapkan berbagai skema yang sangat kompetitif, mulai dari produk investasi Tabungan Emas hingga ragam fasilitas pembiayaan produktif yang dapat diakses dengan mudah oleh para karyawan,” ujar Selfie.
Sementara itu, Direktur Keuangan & Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman mengatakan, peningkatan literasi dan kesejahteraan finansial karyawan menjadi pilar yang krusial dalam menjaga produktivitas. Juga untuk menjaga pertumbuhan perusahaan secara jangka panjang.
Untuk itu, kata Qomaruzzaman, kemitraan dengan Pegadaian menjadi solusi untuk mengedukasi seluruh jajaran karyawan, agar terhindar dari jeratan instrumen keuangan ilegal.