Pendapatan Melonjak 147%, Telekomunikasi Jadi Mesin Baru Bisnis  Solusi Sinergi Digital Tbk

0
58

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) mencatat lonjakan pertumbuhan bisnis yang signifikan sepanjang 2025, seiring transformasi ke sektor telekomunikasi. Pendapatan usaha perseroan melonjak 147% menjadi Rp1,66 triliun dari Rp671,85 miliar pada tahun sebelumnya.

Lonjakan ini ditopang oleh perubahan struktur pendapatan yang kini didominasi segmen telekomunikasi. Mengutip laporan keuangan perusahaan, segmen tersebut menyumbang sekitar Rp1,21 triliun atau 73% dari total pendapatan.

Kontributor terbesar berasal dari layanan bandwidth sebesar Rp560,85 miliar, disusul Fiber to the Home (FTTH) Rp541,06 miliar, serta sewa core Rp96,42 miliar. Adapun layanan colocation dan lainnya memberikan kontribusi lebih kecil.

Pertumbuhan segmen telekomunikasi terbilang eksplosif, terutama dari FTTH yang pada tahun sebelumnya belum memberikan kontribusi berarti, namun pada 2025 langsung menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan. Hal ini mencerminkan ekspansi agresif jaringan fiber optic sekaligus peningkatan akuisisi pelanggan baru. Sementara itu, pendapatan bandwidth juga meningkat seiring tingginya kebutuhan layanan data dan monetisasi kapasitas jaringan.

Di sisi lain, segmen periklanan masih mencatat pendapatan Rp459,47 miliar atau sekitar 27% dari total. Meski tetap tumbuh sebesar 36,38%, kontribusinya kini menyusut dibandingkan tahun sebelumnya yang hampir berkontribusi 50% terhadap total pendapatan perushaaan, menandakan pergeseran peran dari bisnis inti menjadi pelengkap.

Baca Juga :   Keluarga Presiden Prabowo Subianto Jadi Pemegang Saham Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

Transformasi ini berdampak langsung pada lonjakan laba. Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp632,9 miliar, meningkat 176% dari Rp229,27 miliar pada 2024. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat Rp408,55 miliar.

Secara profitabilitas, margin laba juga mengalami perbaikan. Margin laba bruto meningkat menjadi sekitar 67,9%, sedangkan margin laba bersih naik menjadi sekitar 38,1%. Kinerja ini menunjukkan efisiensi yang lebih baik di tengah pertumbuhan skala usaha.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics