Penjualan Mobil Bekas Meningkat, Kinerja ASLC Kuartal I 2026 Melaju Kencang

0
60

Kinerja PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melaju kencang pada tiga bulan pertama tahun ini, ditopang oleh penjualan mobil bekas melalui Caroline.id.

Perseroan melaporkan pendapatan tumbuh 27% dari Rp222,5 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp283,6 miliar pada periode yang sama tahun ini.

ASLC merupakan emiten yang bergerak di bisnis lelang melalui JBA, penjualan ritel mobil bekas melalui Caroline.id, serta pegadaian melalui MotoGadai.

Pada periode Januari-Maret 2026, segmen penjualan mobil bekas Caroline.id mencatatkan pendapatan Rp234,4 miliar dan laba operasi sebesar Rp2,6 miliar. Pendapatan tersebut meningkat 51% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp154,8 miliar pada kuartal I 2025.

“Peningkatan pendapatan yang signifikan ini semakin bermakna karena telah membuat unit bisnis Caroline.id membukukan laba operasi pertama sebesar Rp2,6 miliar. Ini juga menjadi petunjuk bagi kami bahwa Perseroan telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai visi menjadi omnichannel automotive marketplace yang paling terpercaya di Tanah Air,” kata Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.

Baca Juga :   Broom Luncurkan Bursa Mobil BroomHive Pertamanya di Indonesia

Sementara itu, unit bisnis lelang JBA mencatatkan pendapatan Rp50,1 miliar, turun dari Rp66,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan mobil bekas pada awal 2026, sebagai dampak dari melemahnya pembelian mobil baru sepanjang 2025.

Selain itu, meningkatnya kehati-hatian lembaga pembiayaan, baik leasing maupun perbankan, di tengah ketidakpastian ekonomi turut memberikan tekanan pada kinerja bisnis lelang JBA.

“Peningkatan kehati-hatian lembaga pembiayaan dalam menyalurkan pinjaman membuat jumlah kredit kepemilikan mobil yang dicairkan menurun. Dampaknya, semakin sedikit pula jumlah mobil yang ditarik untuk kemudian dilelang karena gagal bayar,” imbuh Jany.

Namun demikian, pasar yang masih berkembang diperkirakan akan segera menghadirkan tambahan pasokan mobil bekas, baik kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) maupun kendaraan listrik. Dengan demikian, penurunan volume lelang diperkirakan hanya bersifat sementara hingga paruh kedua 2026.

Harapan tambahan pendapatan juga datang dari peningkatan kapabilitas lelang. JBA kini tidak hanya melelang kendaraan, tetapi juga berbagai barang lain seperti komputer, laptop, dan perangkat elektronik.

Baca Juga :   Perluas Layanan, Carsome Buka Cabang Baru di Kota-Kota Besar di Indonesia

Selain itu, potensi kontribusi pendapatan juga diharapkan dari lini bisnis baru Perseroan, yaitu pegadaian MotoGadai, yang pada kuartal I 2026 menyumbang pendapatan sebesar Rp527,6 juta.

Melihat kinerja kuartal pertama, di mana penjualan ritel mobil bekas menjadi mesin utama pendapatan, ASLC bertekad untuk semakin mengoptimalkan layanan transaksi di cabang-cabang Caroline.id. Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat dinamika geopolitik, Perseroan juga akan memperkuat struktur dan kinerja bisnis yang telah berjalan.

“Tentu saja patut kita syukuri bahwa business model Caroline.id sebagai omnichannel mobil bekas mulai memberikan hasil. Namun demikian, kami sadar sebagai model bisnis yang relatif baru dan masih dalam tahap pengembangan, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Oleh karenanya, kami tidak boleh berpuas diri dan akan semakin giat meningkatkan kemampuan serta layanan di setiap cabang. Dengan kinerja entitas bisnis yang semakin solid, kami optimistis target pertumbuhan pendapatan dua digit dapat dicapai pada 2026,” tutup Jany.

Leave a reply

Iconomics