ASLC Targetkan Pertumbuhan Dobel Digit pada 2026
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 19 Mei/Foto: Dok.Perusahaan
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menargetkan pertumbuhan kinerja dobel digit pada 2026, terutama bersumber dari segmen mobil bekas.
Emiten ini bergerak di bisnis lelang melalui JBA, penjualan ritel mobil bekas melalui Caroline.id, serta pegadaian lewat MotoGadai.
“Pendapatan Caroline.id pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 51% YoY. Mengingat kontribusi Caroline.id yang sangat besar terhadap total pendapatan Perseroan, kinerja segmen penjualan mobil bekas yang sangat mengesankan ini memberi landasan yang sangat kuat bagi optimisme kami dalam melihat prospek kinerja tahun ini,” kata Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra.
Untuk merealisasikan target tersebut, ASLC menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar guna mendukung ekspansi usaha. Tahun ini, Perseroan berencana membuka 2-3 cabang baru Caroline.id di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
“Untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi ini, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk di dalamnya kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik,” imbuh Jany.
Pada kuartal I 2026, ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar, meningkat 27,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp7,4 miliar.
Baik sepanjang 2025 maupun pada kuartal I 2026, Caroline.id menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Pada 2025, kontribusi Caroline.id terhadap pendapatan ASLC mencapai 72,8%, sedangkan pada kuartal I 2026 meningkat menjadi 82,7%.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta, pemegang saham ASLC menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1 per saham atau total Rp12,7 miliar.
Manajemen menilai kinerja positif sepanjang 2025 serta capaian kuartal I 2026 menjadi dasar kuat bagi Perseroan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham.
Selain itu, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Salah satu tujuan buyback tersebut adalah meningkatkan likuiditas saham ASLC di pasar.