Penunjukan Menkeu Baru Dinilai Bawa Perubahan Besar dari Sisi Pasar dan Reaksi Investor
Chief Economist, Macro Strategist & Head of Fixed Income Research BRIDS Helmy Kristanto/Dok. BRIDS
Penunjukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai membawa perubahan besar dari sisi pasar, dan reaksi para investor. Setelah Sri Mulyani Indrawati resmi tidak menjabat sebagai Menteri Keuangan, keadaan pasar keuangan bergejolak, dan rupiah melemah
Selain itu, kata Chief Economist, Macro Strategist & Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Helmy Kristanto, IHSG pun menurun, dan imbal hasil obligasi naik, yang merupakan reaksi dari para investor. Situasi ini lantaran Sri Mulyani Indrawati telah lama dipandang para investor sebagai penjaga utama kredibilitas fiskal Indonesia.
Helmy menyebutkan, Sri Mulyani dinilai berhasil dalam menjaga defisit anggaran di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB). Dari sisi bursa, fluktuasi pasar diprediksi kemungkinan besar masih berlanjut dalam jangka pendek.
Namun, kata Helmy, dengan adanya pelonggaran suku bunga dari Bank Indonesia dan The Fed, volatilitas pasar dinilai bisa menciptakan peluang. “Pendekatannya dapat menyeimbangkan disiplin fiskal dengan dukungan terhadap pertumbuhan. Namun, kebijakan awalnya akan sangat menentukan kecepatan penerimaan pasar,” kata Helmy dalam keterangan resminya pada Rabu (10/9).
Di sisi lain, kata Helmy, pihaknya menyoroti 3 poin utama kepemimpinan Purbaya, antara lain memiliki pengalaman luas dari pasar keuangan, posisi pemerintahan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kombinasi itu, bisa memberi Purbaya perspektif yang lebih luas.
Kedua, lanjut Helmy, latar belakang Purbaya di LPS bisa memberikan pemahaman mendalam terkait interaksi antara belanja fiskal, dan likuiditas sistem. Ketiga, Purbaya dikenal dengan sikapnya yang pro pertumbuhan, yang mana hal dapat membantu dalam kondisi ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan.
“Kami melihat bahwa pengangkatan Purbaya mengarah pada potensi kesinambungan kebijakan, tetapi dengan fokus pro-growth yang lebih kuat,” ujar Helmy.