SAP Indonesia Memperkuat Transformasi Digital Pengadaan KB Bukopin

0
536

Bank KB Bukopin menjalani transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi pada model bisnis mereka. Transformasi di Bank KB Bukopin sendiri dimulai dengan salah satunya mengubah sistem procurement dari sistem tradisional menjadi sistem digital. Untuk mewujudkan transformasi ini, Bank KB Bukopin menggunakan solusi SAP Ariba Discovery untuk menjalankan sistem e-procurement-nya.

Head of Asset Management & Procurement KB Bukopin I Putu Adi Saputra menjelaskan komitmen perusahaan melakukan transformasi digital untuk efisiensi kegiatan operasionalnya. Menurutnya, transformasi digital di sektor perbankan berarti mendefinisikan ulang proses bisnis di era digital ini.

“Empat bidang utama transformasi digital adalah proses, teknologi, data, dan perubahan organisasi. Di Bank KB Bukopin sendiri, kami memulainya dengan dukungan SAP Ariba Discovery untuk proses procurement,” kata I Putu Adi dalam keterangan resmi.

Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro mengatakan inovasi SAP memang difokuskan pada penyiapan teknologi untuk memperkuat perusahaan bertransformasi digital.

“Harapannya, teknologi bisa diintegrasikan ke dalam proses bisnis, sehingga pengambil keputusan terbantu karena memiliki rekomendasi otomatis berbasis data di seluruh proses. Tentu saja hal ini sangat penting di industri perbankan Indonesia, termasuk Bank KB Bukopin,” kata Andreas.

Baca Juga :   Pemegang Saham Tetapkan Woo-Yeul Lee Sebagai Nahkoda Baru KB Bukopin

Secara garis besar, industri perbankan memang kerap dikenal memiliki sistem birokrasi multi-arah karena model bisnisnya diharuskan memiliki keamanan tinggi. Setiap transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan konsumen perlu selalu diawasi dengan ketat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pembaruan-pembaruan yang diterapkan secara strategis dan sistematis untuk menciptakan sistem pelayanan yang tidak hanya aman dan efisien, tapi juga aman dan terintegrasi.

“Dengan mengandalkan kecepatan layanan yang dijalankan, sistem digital terintegrasi terbukti esensial untuk operasional di KB Bukopin. Kami pun berhasil meningkatkan SLA (Service Level Agreement) yang kami jalankan, tentunya ini diharapkan bisa berujung pada peningkatan efisiensi dan pada gilirannya mempengaruhi servis kepada nasabah. Dengan mengoptimalkan sistem terdigitalisasi, KB Bukopin berusaha mempercepat waktu tunggu pengadaan dan pengambilan keputusan berbasis data untuk meningkatkan pengalaman proses bisnis sehingga sehingga proses integrasi digital dapat berlangsung lancar,” kata Putu.

Putu mengatakan transformasi ini terbukti membawa banyak manfaat. Pertama, dari kecepatan proses, dulu kami harus berkeliling membawa map dokumen untuk meminta persetujuan. Kini dengan Ariba, hal–hal seperti human error bisa ditanggulangi. Proses pun jauh lebih cepat. Kedua, dulu jika cabang membutuhkan sesuatu, perlu melakukan request manual. Sekarang bisa langsung di sistem (Ariba). Semua akan mudah dipenuhi dan di-track, itu juga sangat membantu.

Baca Juga :   Direktur KB Bukopin Dodi Widjajanto Borong Saham BBKP 300.000 Lembar

Sebagai tindak lanjut dari kesuksesan di tahap awal, implementasi transformasi digital yang kini sedang digencarkan akan segera diperluas skalanya. Saat ini, KB Bukopin sudah menerapkan SAP Ariba Discovery di kantor pusat dan seluruh kantor cabang.

Cakupan pengadaan yang telah dilakukan melalui SAP Ariba ini sekitar 80% pengeluaran cabang sudah dilakukan melakui SAP Ariba dan 50% pengeluaran departemen di kantor pusat sudah dilakukan melalui SAP Ariba. Persentase ini akan terus ditingkatkan sehingga meningkat dan nantinya ditargetkan 90%-95% pengeluaran umum dan admistrasi bisa dilakukan melalui SAP Ariba, sehingga pengendalian atas proses pengadaan dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Andreas berharap solusi SAP yang telah diterapkan dapat membantu Bank KB Bukopin dalam memoderenisasi proses bisnis utama mereka untuk mewujudkan bisnis yang kuat dan tangguh dalam setiap jajarannya, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Leave a reply

Iconomics