UNDP dan Citi Indonesia Gerakkan Pemuda Lewat Program Youth Co:Lab
Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Puni Ayu Anjungsari/Iconomics
Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) Indonesia bersama Citi Indonesia menggerakkan pemuda lewat pemberdayaan, kewirausahaan sosial, kesetaraan dan inklusi sosial di Indonesia. Nama programnya Youth Co:Lab bertujuan mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan nasional melalui peningkatan wirausaha muda.
Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Puni Ayu Anjungsari menuturkan, minat kewirausahaan di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Buktinya, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, rasio kewirausahaan Indonesia pada 2022 berada di tingkat 3,47%.
“Minat ini tentunya perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena kewirausahaan memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut terlihat dalam kontribusi UMKM, atau kewirausahaan terhadap PDB Indonesia yang terus meningkat sampai dengan sekitar 61% pada tahun 2021,” kata Puni dalam acara Youth Co:Lab Indonesia National Dialogue 2022, di Ashley Hotel, Jakarta, Rabu (26/10).
Selain itu, kata Puni, sektor kewirausahaan juga mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada di Indonesia. Karena itu, peran seluruh pihak agar mendukung generasi muda dalam berwirausaha, penting untuk dilakukan demi menjaga masa depan Indonesia yang gemilang, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurut Puni, prospek kewirausahaan generasi muda di masa mendatang, akan menghadapi 3 tantangan yang perlu diperhatikan secara khusus para pemangku kepentingan. Ketiga tantangan itu meliputi ekosistem kewirausahaan, transformasi dan akses digital, serta akses ekonomi hijau.
Ketiga tantangan tersebut, kata Puni, perlu dioptimalkan agar generasi muda memiliki kesempatan dan akses yang mencukupi untuk menjadi penggerak ekonomi di masa mendatang. “Oleh karena itu seluruh pemangku kepentingan perlu turun tangan dan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan generasi muda, demi mencapai target rasio kewirausahaan 3,95% pada 2024 yang dicanangkan pemerintahan Indonesia,” ujar Puni.
Sementara itu, Plt. Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Imam Gunawan mengatakan, pemerintah memiliki strategi pengembangan kewirausahaan bagi pemuda. Pertama, kata Imam, Kemenpora mengupayakan pemberian layanan secara individual bagi pemuda yang ingin berwirausaha.
Kedua, lanjut Imam, Kemenpora memastikan pemuda untuk mendapatkan layanan pengembangan kewirausahaan melalui perbaikan ekosistem lingkungan dan supporting system dalam pengembangan kewirausahaan. “Kedua hal ini perlu dilakukan bersama-sama agar kebutuhan pengembangan kewirausahaan pemuda mendapatkan layanan yang mencukupi,” tutur Imam.