3 Langkah yang Harus Dilakukan Peritel dan Pemilik Merek Saat Covid-19

0
713

Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan yang sangat signifikan terhadap tradisi-tradisi yang dilakukan saat Ramadhan dan Idul Fitri dan berimbas pada pola konsumsi barang fast moving consumer goods (FMCG).

Setiap tahun ada beberapa tradisi yang dijalankan oleh masyarakat di Indonesia selama Ramadhan dan Idul Fitri, seperti menyelenggarakan buka puasa bersama dan acara sosial dengan membagikan paket sembako, juga mengirimkan bingkisan hari raya kepada kerabat dan relasi bisnis. Selain itu juga tentunya tradisi mudik, liburan ke luar kota dan open house.

Dalam siaran pers, Nielsen menyebutkan pertumbuhan produk-produk yang termasuk dalam kategori festive seperti sirup, margarin dan minuman ringan bersoda bisa mencapai 300% pada tahun 2019. Namun tahun ini, pertumbuhan produk kategori festive tersebut berada dalam tingkat yang serupa dengan pertumbuhan produk-produk yang terkait dengan Covid-19 seperti vitamin dan tisu basah yang hanya mencapai di atas 20%. Bahkan di bawah sabun cuci tangan cair yang pertumbuhannya mencapai di atas 100%.

Larangan mudik oleh pemerintah juga akan berdampak terhadap pertumbuhan beberapa kategori seperti produk untuk perjalanan (travel essentials), perawatan diri dan kategori impuls. Begitu pula peritel moderen di kota-kota kecil harus bergantung pada penduduk setempat, diperkirakan penjualan di toko-toko moderen akan turun dibandingkan dengan tahun 2018 dan 2019 karena tahun ini tidak ada pemudik dari kota-kota besar yang mampir berbelanja.

Baca Juga :   Sederetan Daerah dengan Laporan Pengaduan THR Tertinggi

“Ada tiga hal yang harus dilihat sebagai peluang-peluang oleh para pemilik merek dan peritel,” kata Managing Director Nielsen Connect Indonesia Indrasena Patmawidjaja yang dikutip dari siaran pers.

Pertama, masa sekarang ini adalah waktu yang baik untuk terus mendekatkan diri (engage) dengan konsumen. Ciptakan suasana yang positif dan kegembiraan perayaan Idul Fitri, misalnya melalui iklan di TV. Meski berlebaran di rumah dan hanya berkomunikasi dengan keluarga melalui media online, perusahaan harus mengingatkan ke konsumen tentang penampilan yang baik dan rapi tetap penting. Lalu perusahaan siapkan platform online untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan pelayanan yang cepat.

Kedua, bangun kepercayaan (trust) konsumen. Perlihatkan empati dalam masa sulit ini, buatlah paket-paket barang dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan layanan pengiriman dan penjemputan untuk memudahkan konsumen. Nielsen mengatakan peritel juga bisa membuat paket bingkisan Ramadhan yang isinya tidak hanya produk dari kategori makanan dan minuman, tetapi juga produk-produk dari kategori kecantikan dan perawatan diri, atau kategori-kategori yang terkait dengan Covid-19.

Baca Juga :   IBM: Eksekutif Ritel dan Consumer Goods Bakal Alokasikan 3,31% Pendapatan untuk AI

Ketiga, kreativitas. Pemilik merek dan peritel dapat mendukung tradisi saling berbagi dengan memastikan ketersediaan stok barang dan menyediakan jasa pengepakan. Produsen FMCG khususnya untuk kategori makanan dan minuman bisa mengajak konsumen berlomba menunjukkan kreatifitas mereka dengan mengadakan lomba masak virtual, atau perusahaan telekomunikasi menyediakan paket khusus bagi keluarga yang akan bersilaturahmi secara online saat Idul Fitri.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics