Bank Sampoerna Catat Pertumbuhan Aset, Konsisten Jaga Loyalitas Nasabah Lewat Kolaborasi dengan Mitra Strategis
Ilustrasi layanan Bank Sampoerna
Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, PT Bank Sahabat Sampoerna (“Bank Sampoerna”) terus memperkuat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk memastikan komitmen dalam mendukung pemberdayaan UMKM. Tercatat, akumulasi DPK hingga akhir 2025 mencapai Rp13,44 triliun.
Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, mengatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Apabila terjadi perlambatan ekonomi yang berdampak pada pelaku UMKM, efeknya akan terasa secara luas. Oleh karena itu, Bank Sampoerna terus berupaya memberikan dukungan melalui penyaluran kredit yang berkelanjutan pada sektor UMKM.
“Situasi ini tentu tidak mudah, terutama di tengah kondisi global dan domestik yang masih dipenuhi tantangan serta perlambatan permintaan di dalam negeri yang tercermin dari moderasi konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan kredit yang lebih terbatas, khususnya pada sektor UMKM. Namun, Bank Sampoerna berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik melalui pembiayaan maupun pendampingan, serta berkolaborasi dengan mitra-mitra strategis guna mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan. Komitmen ini tercermin dari komposisi penyaluran kredit UMKM yang mencapai 57,16% dari total kredit yang disalurkan per Desember 2025,” ujar Henky.
Bank Sampoerna juga menitikberatkan penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pada akhir tahun 2025, bank berhasil menjaga rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 3,79% dengan NPL Net sebesar 2,28%, lebih baik dibandingkan posisi akhir tahun 2024.
Untuk mendukung penyaluran kredit UMKM, Bank Sampoerna berhasil menghimpun DPK yang meningkat menjadi Rp13,44 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 22,73%, naik dari 16,12% pada akhir 2024. Peningkatan ini turut memperkuat struktur pendanaan dan mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah.
Adapun total aset Bank Sampoerna juga tumbuh sepanjang 2025 sebesar 2,69% menjadi Rp18,2 triliun. Pertumbuhan ini diiringi penguatan permodalan, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 29,72%, yang mencerminkan kesiapan modal untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
CEO Bank Sampoerna, Ali Yong, menegaskan bahwa adopsi teknologi dalam sistem perbankan menjadi hal esensial. Pihaknya mendukung penguatan digitalisasi sistem korporasi dengan menyediakan infrastruktur andal berbasis Bank as a Service (BaaS).
“Dalam menjangkau nasabah dan pelaku UMKM secara lebih luas, kami menyadari tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami terus membuka peluang kolaborasi guna memberikan nilai tambah bagi nasabah hingga ke pelosok negeri. Melalui layanan BaaS, saat ini sudah lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya yang terlibat untuk menjembatani nasabah masuk dalam ekosistem keuangan digital,” ungkapnya.
Berkat layanan BaaS, aktivitas transaksi digital menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2025. Volume transaksi tumbuh 21% year-on-year (YoY), dari Rp144 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp174 triliun pada Desember 2025. Sementara itu, frekuensi transaksi melonjak lebih dari 1.000%, dari 42 juta transaksi menjadi 643 juta transaksi. Infrastruktur ini membuka peluang bagi mitra untuk mengembangkan bisnis sekaligus memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif.
Selain memperkuat sistem internal, Bank Sampoerna juga secara konsisten menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bertajuk SampoernaFest. Dalam dua tahun penyelenggaraannya, kegiatan ini telah memperkenalkan layanan digital Sampoerna Mobile Banking kepada ribuan nasabah baru serta melibatkan 79 mitra UMKM lokal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga lifestyle.
“Melalui berbagai upaya ini, Bank Sampoerna terus berkomitmen menyalurkan pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Selain itu, melalui kolaborasi dengan mitra strategis, kami berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak nasabah dan pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan,” tutup Ali Yong.