BGN Instruksikan SPPG untuk Serap Pasokan Pangan Pelaku Usaha Lokal

0
34
Reporter: Rommy Yudhistira

Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan pasokan pangan dari peternak, atau pelaku usaha lokal.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, mitra pelaksana makan bergizi gratis (MBG) diharapkan memiliki jaringan pemasok dari dalam negeri. Dengan demikian, mampu menyerap produk pangan lokal di tiap-tiap wilayah.

Kebijakan tersebut, kata Dadan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kebutuhan telur dalam MBG berasal dari produksi dalam negeri.

“SPPG diminta mengutamakan produk dan produksi lokal, termasuk untuk kebutuhan telur dalam program MBG,” kata Dadan dalam keterangan resminya pada Jumat (15/5).

Untuk memastikan kualitas menu tetap sesuai standar gizi BGN, kata Dadan, pihaknya menempatkan ahli gizi di setiap SPPG. Ahli gizi itu bertugas menyusun menu berdasarkan potensi pangan daerah, dan memastikan kebutuhan nutrisi penerima terpenuhi.

“BGN tidak menetapkan menu nasional, tapi membuat standar komposisi gizi. Oleh sebab itu, menempatkan pengawas gizi di setiap SPPG agar bisa membuat menu berbasis potensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat lokal,” ujar Dadan.

Baca Juga :   Kemendag Diminta Lakukan Langkah Stabilisasi Harga untuk Tekan Inflasi

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, kata Dadan, kebijakan penggunaan produk lokal diharapkan mampu menjaga stabilitas harga hasil peternak di tingkat produsen.

“Selama produksi lokal tersedia dan kualitasnya baik, maka itu yang harus diprioritaskan. Program MBG memang dirancang agar mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics