Dari Silicon Valley, Bengaluru Hingga Bukit Algoritma
Tangkapan layar Twitter Bukit Algoritma
Sukabumi akan memiliki Silicon Valley ala Indonesia. Di Sukabumi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 akan dibangun sebagai pusat kawasan pengembangan riset dan dan sumber daya manusia berbasis industri 4.0. Proyek yang disebut sebagai Bukit Algoritma dibangun di wilayah Cikidang, Cibadak dengan luas tanah 888 hektar.
Bukit Algoritma akan dibuat dengan fungsi yang sama dengan Silicon Valley yang ada di Amerika Serikat. Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa Bukit Algoritma laksana Silicon Valley di AS, yang diharapkan dapat menjadi pusat research & development (R&D) dan pengembangan sumber daya manusia di masa depan.
Silicon Valley sendiri merupakan pusat inovasi di Amerika Serikat yang terletak di San Fransisco, California. Kawasan tersebut merupakan rumah perusahaan teknologi dunia seperti Apple, Facebook, Google, Netflix, Twitter, Yahoo, E-bay dll serta menampung hingga 2000 perusahaan lainnya.
Silicon Valley dapat berhasil jika didukung konsep triple helix collaboration atau kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan atau universitas. Keberhasilan Silicon Valley di AS bukan hanya sebagai pusat industri dan teknologi yang mendunia tetapi juga turut menyumbang pendapat tinggi bagi negara. Laporan Statista (2020) yang melakukan survei dari tahun 2001 hingga 2019 di negara Amerika Serikat, menyebut pada tahun 2001, Produk domestik bruto (PDB) Bay Area adalah US$309,09 miliar. Nilai tersebut naik menjadi US$531,25 miliar pada 2019. Adapun Silicon Valley terletak di Bay Area. Apabila melihat kondisi ekonomi California, negara bagian tersebut menempati peringkat pertama dalam daftar negara bagian AS berdasarkan PDB-nya. PDB California lebih dari US$3,14 triliun pada 2019. Hal ini membuat banyak negara di dunia yang berlomba-lomba membangun sendiri kawasan seperti Silicon Valley.
Halaman Berikutnya