Dimulai dari Kawasan Industri, Kadin Gelar Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang Terintegrasi dengan SatuSehat

0
174

Tahun depan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar program pemeriksaan kesehatan gratis yang hasilnya akan langsung terintegrasi ke dalam platform SatuSehat milik Kementerian Kesehatan. Program ini dimulai dari kawasan industri sebagai titik awal, mengingat sektor tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional dengan jumlah pekerja yang besar.

Ketua Komite Tetap Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kadin Indonesia, Maika Nurhayati, mengatakan bahwa sekitar 30 juta lebih pekerja Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor industri dan ekosistem pendukungnya. Karena itu, kawasan industri dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program.

“Sasaran utama kami adalah melindungi jantung rantai produksi, membangun sistem deteksi dini kesehatan berbasis data real time dan kemudian menciptakan fondasi ketahanan ekonomi yang sesungguhnya,” ujar Maika dalam acara Outlook Industri Healthcare di Indonesia 2026: Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan Indonesia yang diselenggarakan The Iconomics, Selasa (9/12).

Maika menjelaskan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis ini bukan sekadar kegiatan sosial berskala besar. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya Kadin sempat disarankan menggelar kegiatan bakti sosial dengan target satu juta pemeriksaan, namun pendekatan itu dinilai hanya akan menghasilkan kuantitas tanpa memberikan nilai strategis jangka panjang.

Data yang terkumpul dari program ini akan dihimpun dan diolah dalam bentuk agregat, kemudian dianalisis untuk melihat pola-pola kesehatan para pekerja. Misalnya, jika di sebuah kawasan industri terlihat banyak pekerja yang mengidap diabetes atau penyakit lain yang mungkin berkaitan dengan kondisi kerja, maka temuan tersebut akan disusun dalam laporan yang berbasis data valid.

Baca Juga :   Presiden Baru Hasil Pemilu 2024 Diharapkan Lanjutkan Program Jokowi-Ma'ruf Amin

Laporan seperti ini memberikan nilai strategis bagi kawasan industri. Mereka dapat menggunakannya sebagai bukti bahwa selain infrastruktur yang memadai, kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut juga baik. Misalnya, data menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjanya berada dalam kondisi sehat. Informasi ini bisa menjadi nilai tambah dalam menarik investor, sekaligus menjadi bagian dari strategi branding kawasan industri tersebut. “Makanya kami mengajak kawasan industri untuk berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Untuk memperluas dampak program, Kadin juga telah membuka penjajakan kerja sama dengan asosiasi HRD serta Kadin di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan implementasi program berlangsung lebih efektif dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

Maika mengatakan selama ini, biasanya perusahaan menjalankan pemeriksaan kesehatan sebagai kewajiban, lalu data pemeriksaan kesehatan berhenti di vendor Medical check up (MCU).

“Kami akan mencoba bagaimana data ini ‘bisa bicara’. Tentunya kami membutuhkan kontribusi dan partisipasi banyak pihak. Kita melakukan bersama-sama untuk mewujudkan sebuah sistem dan ini kita mulai di kawasan industri,” ujarnya.

Baca Juga :   Kadin Kubu Arsjad dan Muhammadiyah Luncurkan Buku Dorong Kewirausahaan Sosial

Transformasi Kesehatan Penting untuk Ketahanan Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Kadin Indonesia menegaskan pentingnya percepatan transformasi sistem kesehatan untuk mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.

Maika mengatakan bahwa urgensi transformasi kesehatan semakin jelas setelah pengalaman menghadapi pandemi Covid-19. Peristiwa tersebut membuka mata bahwa Indonesia harus memiliki tingkat resiliensi yang kuat terhadap berbagai kejadian tak terduga di sektor kesehatan.

Pandemi juga menegaskan perlunya sistem kesehatan yang mampu beradaptasi dan bangkit kembali dalam kondisi baru yang berubah cepat. Namun, upaya transformasi masih menghadapi tantangan pemahaman publik.

“Selama ini sepertinya ada yang bilang kita baik-baik saja, kita sudah lebih baik. Karena dulu kita belum ada BPJS, sekarang ada BPJS. Jadi, setiap orang punya perspektif masing-masing,” ujarnya.

Di sisi lain, tambahnya, ada pula kekhawatiran bahwa transformasi kesehatan akan membuat data ‘dijual’ ke pihak asing. Itu menunjukkan bahwa perubahan di sektor kesehatan bukan hal mudah.

Sebagai representasi dunia usaha, Kadin memandang transformasi kesehatan sebagai langkah strategis untuk membangun ketahanan kesehatan nasional. Ada tiga alasan utama mengapa transformasi harus terus didorong.

Baca Juga :   Kadin: Produksi Perikanan Jadi Prioritas 2021

Pertama, disrupsi global dan meningkatnya beban penyakit ganda, baik penyakit menular seperti tuberkulosis maupun penyakit tidak menular seperti stroke dan diabetes. “Kalau kita tidak adaptif dan responsif, kualitas SDM akan menurun dan daya saing ekonomi ikut tertekan,” kata Maika.

Kedua, tuntutan resiliensi di era ketidakpastian, di mana pandemi telah membuktikan perlunya respons cepat dan tepat.

Ketiga, kesehatan kini menjadi determinan penting dalam daya saing ekonomi modern, sehingga sektor kesehatan membutuhkan penguatan struktural dan kolaborasi lintas sektor.

“Dari sudut pandang produktivitas nasional, kalau kita tidak melakukan tindakan-tindakan adaptif, responsif yang positif, maka ini akan menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia dan menekan daya saing perekonomian,” ujarnya dalam diskusi yang dipandu Alex Mulya, Director of Brand, Research and Strategy The Iconomics itu.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics