Fokus Amar Bank Tahun Ini, Memperkuat Permodalan dan Ekosistem Digital
Ilustrasi Tunaiku/Dok. Tunaiku
PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank), perusahaan teknologi dengan lisensi perbankan, akan memperkuat permodalan pada tahun ini agar memenuhi ketentuan modal minimum Rp3 triliun.
Eka Banyuaji, selaku SME, Corporate, and Operation Director Amar Bank mengatakan untuk memperkuat permodalan, Perseroan akan melakukan right issue lagi, setelah right issue pertama sukses dilakukan pada Mei lalu. Masuknya perusahaan peer to peer lending Investree sebagai pemegang saham baru, juga telah memperkuat permodalan Amar Bank. Investree mengakuisisi 18,4% saham Amar Bank. Namun, sampai saat ini Investree baru resmi memiliki 10,9% saham Amar Bank.
“Rencananya kita akan melalukan right issue yang kedua yang sebentar lagi akan kita lakukan, sehingga nanti pada akhirnya yang akan kita capai adalah penguatan modal di angka Rp3 triliun supaya sesuai dengan aturan yang ada dan lebih membuat nyaman untuk customer Amar Bank,” ujar Eka dalam paparan publik, Rabu (27/7).
Right issue kedua yang rencananya senilai Rp1 triliun, hingga saat ini belum memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski demikian, David Wirawan, Executive Vice President Finance Amar Bank mengatakan proses right issue ini masih sesuai rencana.
“Ketika kami mendapatkan pernyataan efektif, maka kami akan langsung melakukan keterbukaan informasi dan menyampaikannya ke publik. Semuanya masih berjalan on track dan kami percaya untuk pemenuhan modal inti minimum Rp3 triliun pada akhir tahun 2022 akan dapat kami penuhi pada tahun ini,” ujar David.
Selain untuk memperkuat permodalan, dana hasil right issue ini, tambah David akan digunakan untuk penyaluran kredit, baik ritel, UKM maupun korporasi. Hingga akhir Juni 2022, panyaluran kredit Amar Bank mencapai Rp2,3 triliun.
Selain memperkuat permodalan, pada tahun ini Amar Bank juga terus memperkuat ekosistem digitalnya. Perseroan akan bersinergi dengan Investree, yang merupakan salah satu pemegang sahamnya.
Eka Banyuaji mengatakan sinergi dengan Investree dilakukan untuk menjangkau lebih banyak nasabah UKM, yang selama ini sudah menjadi mitra Investree.
“Kita sama-sama tahu, Investree merupakan pelopor peer to peer di Indonesia, dan dia merupakan salah satu yang terbesar untuk segmen UKM untuk sisi peer to peer ini. Kita harapkan dengan sinergi ini ke depannya portofolio kita akan lebih besar lagi dan akan menguntungkan kedua belah pihak baik Investree maupun Amar itu sendiri dari segi profitabilitas,” ujar Eka Banyuaji.
Saat ini, ada tiga chanel penyaluran pinjaman Amar Bank, yaitu Tunaiku yang merupakan digital loan platform untuk menyalurkan pinjaman dari Rp2 juta sampai Rp20 juta.
Selain itu, Amar Bank juga memiliki business banking untuk pinjaman komersial dan korporat di atas Rp500 juta. Chanel ketiga adalah, melalui channeling dengan Investree untuk plafon pinjaman sampai dengan Rp2 miliar.
Ketiga chanel ini juga nantinya akan bersinergi dengan platform Amar Bank lainnya yaitu Senyumku. “Tiga produk itu nantinya akan bisa apply di Senyumku ini, sehingga ketika debitur kita, nasabah kita memiliki pinjaman di tiga chanel ini, dia juga akan punya rekening di Senyumku,” jelas Eka Banyuaji.
Pada tahun 2022 ini, Amar Bank juga meluncurkan kartu debet Amar Bank. “Kita bekerja sama dengan beberapa merchant supaya kartu debit Amar Bank ini bisa digunakan oleh nasabah-nasabah kita dan memudahkan aktivitas keuanagan nasabah-nasabah kita,”ujar Eka.
Dari sisi korporasi, Amar Bank juga akan meluncurkan produk Amar Bank Payroll untuk perusahaan-perusahaan skala UKM. “Perusahaan yang kita ambil adalah bukan perusahaan-perusahaan besar tetapi perusahaan UKM yang jumlah karyawannya sampai dengan 100. Itu yang selama ini belum terlayani oleh bank-bank besar dari sisi penggajiannya. Mudah-mudahan ini dapat memperkuat dana murah kita,” ujar Eka.