Industri Otomotif Lesu, Bagaimana dengan Pembiayaan Multifinance untuk Kendaraan?

0
66

Di tengah lesunya industri otomotif, terutama kendaraan roda empat baru, penyaluran pembiayaan untuk kendaraan secara umum masih tumbuh positif, menurut data yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Regulator dan pengawas industri jasa keuangan itu melaporkan, total penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor periode Mei 2025 meningkat 1,95% year on year (yoy), dengan outstanding piutang sebesar Rp408,37 triliun. 

“Penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor ini memiliki porsi 76,85% dari total penyaluran pembiayaan industri multifinance,” kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya, OJK, Selasa (15/7).

Di tengah menurunnya penjualan mobil, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor baru (roda dua dan empat) juga mengalami kontraksi sebesar 0,24% yoy dengan outstanding piutang per Mei 2025 sebesar Rp234,18 triliun. 

Pembiayaan kendaraan baru, menurut OJK, memiliki porsi 44,07% dari total pembiayaan kendaraan.

Di sisi lain, menurut OJK, penyaluran kendaraan bermotor bekas per Mei 2025 yang memiliki porsi sebesar 22,12% meningkat 10%, dengan outstanding piutang sebesar Rp117,55 triliun.

Baca Juga :   Perdagangan di BEI untuk Tahun 2023 Resmi Ditutup, IHSG Gagal Parkir di Level 7.300

Penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik per Mei 2025 juga masih tumbuh positif. Dengan porsi 3,40%, nilai outstanding piutang meningkat 2,03% secara bulanan menjadi sebesar Rp18,07 triliun.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics