Kemendikbudristek Siap Kerja Sama dengan Swasta Termasuk Huawei Cetak Talenta Digital
Tangkapan layar YouTube, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim/Iconomics
Di masa pandemi Covid-19, generasi muda dinilai tetap berprestasi dan menciptakan berbagai inovasi meski tantangan yang dihadapi sulit. Karya-karya generasi muda itu sebagian telah ditunjukkan dalam sebuah pameran di Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.
Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, untuk menghadirkan inovasi berbasis teknologi jangan hanya berhenti dalam Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Apalagi teknologi sudah menjadi bagian dari keseharian, maka pilihannya tentu menjadikan teknologi informasi dan komunikasi digital sebagai batu loncatan untuk masa depan.
“Karena itulah kami menjadikan teknologi digital sebagai hal yang tidak bisa dipisahkan dari ‘Merdeka Belajar’. Beragam platform digital telah kami kembangkan untuk meningkatkan pembelajaran dan riset di lingkup pendidikan tinggi salah satunya adalah Kedaireka,” kata Nadiem dalam sambutannya untuk acara diskusi virtual, Kamis (19/8).
Platform tersebut, kata Nadiem, merupakan “biro perjodohan” antara perguruan tinggi dan pelaku industri. “Perkawinan massal” antara perguruan tinggi dan industri akan melahirkan talenta digital perguruan tinggi yang kreatif serta siap berinovasi dan berkontribusi.
Pertumbuhan Indonesia, kata Nadiem, akan sangat bergantung kepada inisiatif bersama untuk mempersiapkan talenta digital. Karena itu, mempersiapkan 10 ribu talenta digital yang menjadi tujuan dari kegiatan saat ini merupakan investasi untuk membangun Indonesia masa depan.
“Saya berharap kerja sama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan pihak swasta termasuk Huawei akan terus menguat. Bahkan membuka peluang kolaborasi karena 10 ribu talenta digital tidaklah cukup, kita perlu ratusan ribu bahkan jutaan talenta digital untuk melompat maju,” kata Nadiem.