Kinerja Resilien, Cinema XXI Catat Pendapatan Rp5,9 Triliun di 2025

0
64

Perusahaan bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun sepanjang 2025, tumbuh 2,6% dibandingkan Rp5,7 triliun pada 2024.

Laba bersih setelah pajak pada 2025 tercatat sebesar Rp776,2 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp1,8 triliun.

“Di tengah dinamika ekonomi dan industri, Cinema XXI menjaga kinerja bisnis dan senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi para penikmat film di seluruh Indonesia. Kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi penguat utama dalam menjaga kinerja perusahaan,” ujar Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, Jumat (6/3).

Suryo menjelaskan bahwa capaian kinerja pada 2025 ditopang oleh pendapatan dari penjualan tiket sebesar Rp3,6 triliun, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp2 triliun, serta pendapatan lainnya sebesar Rp298 miliar yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara.

Cinema XXI juga mencatat 85 juta penonton sepanjang 2025 dengan pertumbuhan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3,0% menjadi Rp46.057, yang didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX®.

Baca Juga :   Cinema XXI Tebar Dividen Sebesar Rp750 Miliar

Cinema XXI terus memperkuat pengembangan segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi peningkatan customer experience. Sepanjang 2025, tim internal Cinema XXI berhasil mengembangkan lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café dengan tetap memperhatikan tren dan preferensi pasar.

Selain itu, perusahaan mengimplementasikan strategi bundling tiket dan F&B di aplikasi m.tix sebagai bagian dari optimalisasi strategi penjualan, dengan tujuan meningkatkan nilai transaksi per pelanggan. Pada 2025, rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) tercatat meningkat 5,9% menjadi Rp25.814, mencerminkan peningkatan daya tarik produk serta kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja perseroan.

Sepanjang 2025, Cinema XXI juga melanjutkan ekspansi dengan meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar. Ekspansi ini mencakup kehadiran perdana Cinema XXI di sejumlah wilayah baru, seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung).

Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca Juga :   Pendapatan Meningkat 47,6%, Cinema XXI Raup Laba Bersih Rp154 Miliar pada Kuartal I-2024

“Ekspansi jaringan yang kami lakukan sepanjang tahun 2025 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses hiburan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia. Ke depan, kami akan terus mengakselerasi penambahan layar baru secara selektif, dengan tetap menjaga kualitas layanan,” katanya.

Suryo menambahkan bahwa perseroan memandang prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kualitas dan keragaman konten. Pada 2025, terdapat lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing ditonton oleh lebih dari satu juta penonton. Pencapaian ini dipertegas dengan keberhasilan dua judul film nasional yang melampaui 10 juta penonton sekaligus menciptakan dua rekor baru, yakni Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku!.

“Melihat antusiasme penonton dan kualitas konten yang terus berkembang, kami optimistis industri perfilman nasional akan terus bertumbuh. Cinema XXI siap memperkuat perannya melalui ekspansi terukur dan peningkatan standar pengalaman menonton, serta mendorong kolaborasi yang solid agar industri film Indonesia semakin kompetitif dan berkelanjutan,” tutup Suryo.

Leave a reply

Iconomics