Masalah Klasik, Akses Vaksin Covid-19 Jomlang

0
444

Akses vaksin Covid-19 di dunia tidak merata. Sangat menonjol ketimpangannya. Negara kaya yang sudah massif sedangkan negara berkembang/miskin masih sedikit masyarakat yang divaksin Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan hingga 13 Juli 2021, dunia telah menvaksinasi 3,5 miliar dosis vaksin atau mendekati 44% populasi dunia, namun akses vaksin dunia masih tidak merata.

Ia menyontohkan kawasan Amerika Utara dan Eropa, dosis vaksin telah disuntikkan kepada 75% dari populasi. “Adapun kawasan Afrika masih 4,03% dan kawasan Asean 16,3% dari jumlah populasinya,” kata Menlu dalam konferensi pers Kedatangan Vaksin Tahap 23 pada Selasa (13/07/2021).

Presiden Joko Widodo juga pernah menyoroti ketimpangan tersebut pada saat menyampaikan pidato Global Health Summit 2021 pada Mei 2021. Presiden juga mendorong agar negara anggota G20 harus memberikan dukungan bagi peningkatan produksi dan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Pada saat konferensi pers kemarin, Menlu juga mengatakan Direktur Jenderal WHO memperkirakan perlu adanya penambahan vaksin sekitar 350 juta dosis untuk memvaksinasi setidaknya 10% populasi di setiap negara pada September 2021. Ia pun melanjutkan paparannya bahwa memerlukan 11 miliar dosis untuk menvaksinasi 70% populasi dunia pada pertengahan 2022.

Baca Juga :   OJK Mendorong Percepatan Vaksinasi dan Pengembangan UMKM di Daerah

Menurutnya, ini merupakan tantangan yang tidak kecil namun melalui kerjasama dan kolaborasi solidaritas dapat dilalui bersama.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics