Menko Perekonomian: Fintech Berperan Penting untuk Mencapai Inklusi Keuangan 90%

0
560

Fintech memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan. Melalui penggunaan teknologi, masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan aman, nyaman, dan berbiaya terjangkau.

“Selamat atas peluncuran IFSoc. Saya memiliki keyakinan bahwa ini bisa mengangkat potensi, tantangan, dan lanskap kebijakan terkait fintech di masa mendatang,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pembentukan Indonesia Fintech Society (IFSoc) kemarin Senin (09/11/2020) di Jakarta.

Airlangga menjelaskan fintech akan terus memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan yang sudah mencapai sekitar 76%. “Saya percaya kita bisa memenuhi target keuangan yang inklusif di tahun 2024 sebesar 90%,” kata Airlangga.

Menurut Menko Perekonomian, digitalisasi layanan keuangan akan menjadi isu krusial dan menjadi tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat. Ia menyebutkan sektor fintech merupakan salah satu sektor yang paling dinamis, kompetitif, dan menjadi bagian penting dari ekonomi digital. Pada tahun 2019, laporan Google, Temasek, dan Bain & Co menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN.

Baca Juga :   7 Langkah Strategis Pemerintah untuk Menjaga Inflasi IHK

Fintech memilki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar $40 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50%. “Pada tahun 2025, fintech diperkirakan bernilai lebih dari $100 miliar, didorong terutama oleh pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lain-lain,” kata Menko Airlangga dalam siaran pers.

Pada tahun 2020, Indonesia juga terus mengejar Singapura dalam jumlah fintech. Singapura memiliki 39% dari seluruh jumlah fintech di ASEAN, diikuti oleh Indonesia (20%), Malaysia (15%), dan Thailand (10%).

Kemudian dalam hal penyaluran pinjaman, akumulasi penyaluran peer-to-peer(P2P) lending mencapai lebih dari Rp100 triliun hingga September 2020, naik sebesar 113,05% secara year-on-year (yoy).

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics