Pemerintah Tetapkan 8 Agenda Prioritas di RAPBN 2026, Begini Isinya

0
67
Reporter: Rommy Yudhistira

Pemerintah menetapkan 8 agenda prioritas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Untuk itu, pertama-tama, pemerintah akan mewujudkan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian pangan.

Terkait hal itu, kata Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 53,3 triliun untuk lumbung pangan, dan cadangan pangan. Kemudian Rp 46,9 triliun untuk 9,62 juta ton pupuk. Dalam rangka memperkuat stok pangan, sebesar Rp 22,7 triliun dari RAPBN akan dialokasikan untuk Perum Bulog.

“Secara keseluruhan, Rp 164,4 triliun akan kita alokasikan di tahun 2026 untuk penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar RAPBN 2026 dan Nota Keuangan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/8).

Kedua, kata Prabowo, pemerintah akan memperkuat ketahanan energi melalui subsidi energi, insentif perpajakan, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), dan penyediaan listrik desa. Dukungan fiskal yang diberikan pemerintah untuk sektor energi sebesar Rp 402,4 triliun pada tahun 2026.

Ketiga, pemerintah berencana mengalokasikan sebesar Rp 335 triliun untuk program makan bergizi gratis (MBG). Prabowo menyebutkan, Alokasi dana yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia, kualitas sumber daya manusia, dan memberdayakan UMKM, serta ekonomi lokal.

Baca Juga :   Pemerintah Siapkan Tim Serap Aspirasi Peraturan Turunan UU Cipta Kerja

Keempat, Prabowo melanjutkan, pemerintah berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Mengenai hal itu, sebesar Rp 757,8 triliun akan diarahkan untuk sektor pendidikan. Prabowo mengatakan, pengucuran dana yang diberikan pemerintah ke sektor pendidikan, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi siswa/mahasiswa dengan program Indonesia Pintar untuk 21,1 juta siswa, KIP Kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa. Untuk peningkatan kualitas fasilitas sekolah/kampus dialokasikan sebesar Rp 150,1 triliun. Untuk gaji guru, penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru serta dosen dialokasikan sebesar Rp 178,7 triliun. Tunjangan profesi guru non-PNS dan tunjangan profesi guru ASN daerah disiapkan secara memadai,” kata Prabowo.

Kelima, pemerintah pun fokus pada sektor kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Untuk merealisasikannya, anggaran sektor kesehatan pada RAPBN 2026 disiapkan sebesar Rp 244 triliun.

Keenam, dalam rangka menghidupkan perekonomian rakyat, Prabowo menyebutkan, RAPBN akan dialokasikan untuk memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Soal itu, kata Prabowo, pemerintah telah menyiapkan pendanaan murah melalui Bank Himbara agar KDKMP memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang rendah.

Baca Juga :   Anggota Komisi VII DPR Minta Pemerintah Kaji Potensi Bencana di IKN

Ketujuh, Prabowo menuturkan, RAPBN 2026 pun diarahkan untuk memperkuat pertahanan. Tidak hanya dari sisi militer, ketahanan juga dilakukan pada ekonomi, sosial, dan politik. Pilar-pilar itu, Prabowo menyebutkan, menjadi dasar untuk mensejahterakan masyarakat.

Kedelapan, lanjut Prabowo, pemerintah berupaya untuk mempercepat investasi, dan perdagangan global. pemerintah akan mendorong Danantara untuk meningkatkan investasi produktif. Prabowo menyebutkan, berbagai proyek hilirisasi dengan nilai investasi sekitar US$ 38 miliar akan dipercepat oleh pemerintah.

“Proyek ini mencakup berbagai sektor, termasuk pertambangan mineral dan batu bara, pertanian, perikanan, serta energi,” kata Prabowo.

Berikut struktur dalam RAPBN 2026:

– Belanja Negara dialokasikan Rp 3.786,5 triliun.
– Pendapatan Negara ditargetkan mencapai Rp 3.147,7 triliun.
– Defisit APBN dirancang Rp 638,8 triliun, atau 2,48% dari produk domestik bruto (PDB).

Leave a reply

Iconomics