KCIC Prediksi Jumlah Penumpang Capai 23 Ribu/Hari Selama Libur Peringatan Kemerdekaan RI

0
51
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi jumlah penumpang akan mencapai 23 ribu per hari selama momen libur panjang peringatan kemerdekaan RI. Angka tersebut meningkat dari lalu lintas penumpang yang mencapai 20 ribu orang di akhir pekan biasa.

“Untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat, KCIC mengoperasikan 62 perjalanan Whoosh per hari dengan headway atau interval keberangkatan setiap 30 menit sekali,” kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangan resminya pada Jumat (15/8).

Selama periode libur panjang, kata Eva, rute yang menjadi primadona pilihan masyarakat yakni Halim-Padalarang. Untuk itu, KCIC akan memberikan fasilitas kereta api penghubung gratis untuk memudahkan perjalanan hingga pusat Kota Bandung.

Selain itu, kata Eva, KCIC mengingatkan penumpang untuk memperhatikan aturan barang bawaan yakni, maksimal 3 barang dengan dimensi pada masing-masing barang tidak lebih dari 100 cm x 30 cm x 40 cm, dan berat tidak melebihi 20 kg.

Guna memastikan kelancaran perjalanan, kata Eva, pihaknya mengimbau penumpang untuk datang 30 menit lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. Sebab, gerbang menuju peron akan ditutup beberapa menit sebelum kereta berangkat.

Baca Juga :   BCA Tutup Operasional di Libur dan Cuti Bersama Pekan Ini, Kembali Normal di 13 Mei 2024

“Dengan seluruh persiapan yang telah dilakukan, KCIC siap melayani penumpang di masa libur panjang peringatan hari kemerdekaan ini dengan mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan Whoosh, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lancar dan nyaman.” ujar Eva.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics