Post Pandemi, Ini 8 Tren Baru yang Perlu Dicermati Pelaku Usaha

0
1037

Kedua, sektor pariwisata dan travel sudah kembali pulih, terutama wisata dalam negeri, meski belum seperti pre-pandemi. Menurut Indra, kegiatan wisata yang bergairah saat ini adalah kategori leisure travel. Sementara, business travel belum bergairah karena masih ada pilihan untuk melakukan pekerjaan dari jarak jauh secara online. Belum pulihnya business travel berimbas kepada rendahnya jumlah penumpang peswat kelas bisnis.

“Kita masih menunggu kebangkitan atau revival dari perjalanan yang berorientasi bisnis ini dalam satu, dua, tiga tahun kedepan,”ujar Indra.

Ketiga, pandemi meningkatkan inovasi. Contoh sederhana, menurut Indra, dalam hal penggunaan smartphone. Saat ini, smartphone digunakan sebagai sarana untuk melakukan jualan online. “Ini adalah gambaran dari sebuah lonjakan dan gelombang inovasi akibat dari adanya pandemi. Ini sedikit banyaknya mendukung peningkatan kewirausahaan,” ujarnya.

Keempat, pandemi juga telah mengubah secara drastis prilaku berbelanja (shopping behaviour). Konsumen makin beralih ke belanja secra online. Cara berbelanja konvensional di gerai-gerai offline sudah banyak ditinggalkan konsumen. Kalau pun masih ada, menurut Indra, akan mengalami perubahan dalam hal desain, touch dan experience.

Kelima, perubahan dalam hal rantai pasok (supply chain). Menurut Indra, dalam hal produksi barang, sebelumnya dilakukan dengan prinsip just in time atau tepat waktu hingga sampai ke tangan pelanggan. Tetapi, belajar dari pandemi dua tahun prinsip yang digunakan adalah just in case.

“Bagaimana kalau bahan bakunya itu terhambat? Bagaimana kalau produksinya itu terganggu oleh adanya disrupsi dari energi? Bagaimana kalau distribusinya tidak bisa dilakukan karena adanya lock dan lain sebagainya. Jadi, proses produksi sekarang sudah harus memperhitungkan hal-hal tersebut dan ini akan berpengaruh terhadap harga, terhadap kepuasan pelanggan, terhadap cara kita memproduksi dan terhadap cara kita mendeliver barang,”ujarnya.

Baca Juga :   Antisipasi Kenaikan Covid-19 Pasca Lebaran, Apa Langkah Pemerintah?

Masih terkait supply chain, tren sekarang dan kedepan menurut Indra adalah tidak lagi mengandalkan satu pemasok saja. Perusahaan-perusahaan tidak lagi mengandalkan sumber bahan baku dari satu negara saja, tetapi sudah ada diversifikasi sebagai bagian dari prinsip berjaga-jaga (just in case) tadi. “Jadi itu sudah mulai banyak dilakukan untuk mendiversifikasikan pusat-pusat kegiatan bisnisnya,” ujarnya.

Dalam hal rantai pasok, juga ada kecenderungan untuk memproduksi barang-barang dengan sumber bahan baku yang dekat-dekat saja, sudah kapok mengambil bahan baku yang jauh-jauh. “Pabrik-pabrik yang ada di luar negeri mengambil bahan baku lebih cenderung cari yang dekat-dekat saja. Customer Amerika misalnya untuk cari semikonduktor atau chip atau komputer atau celana yoga, itu sudah kapok jauh-jauh ke Vietnam. Kalau ada apa-apa repot juga, nanti akan susah untuk dapat barang-barang tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ada juga kecenderugan untuk hanya berbisnis dengan negara sekutut atau teman dekat saja terutama untuk bisnis-bisnis strategis. “Jadi, orang berdagang dengan siapa dia nyaman. Itu akan lebih dipilih sekarang untuk bisa mencari bahan baku, maupun juga akses pasar,” ujarnya.

Halaman Berikutnya
1 2 3

Leave a reply

Iconomics