Resmi Jadi Pemilik, Simak Rencana Bisnis Astra untuk Bank Jasa Jakarta
Direktur Astra sekaligus Director-In-Charge Astra Financial Suparno Djasmin (kiri) didampingi Direktur Astra Financial Handoko Liem (kedua kiri) bersama Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Handrie Wirawan (tengah), Wakil Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Emanuela Tanubrata (kedua kanan), dan Direktur Welab Sky Limited Gunawan Halim (kanan) pada acara closing ceremony akuisisi Bank Jasa Jakarta, Jumat (16/9)/Dok.Astra
PT Astra International Tbk (ASII) melalui anak usahanya PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial) resmi menjadi pemilik Bank Jasa Jakarta (BJJ), bersama mitranya WeLab melalui WeLab Sky Limited (WeLab Sky).
Direktur Astra, Suparno Djasmin mengatakan penyelesaian transaksi akuisisi Bank Jasa Jakarta ini terjadi pada 16 September 2022 lalu, setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Suparno mengungkapkan Astra menanamkan investasi sekitar Rp3,9 triliun di Bank Jasa Jakarta ini dan menjadi pemilik 49,56% saham.
“Rencana kita adalah ingin mentrasformasi Bank Jasa Jakarta menjadi bank digital dan ini tentu butuh waktu yang nanti kita akan persiapkan,” ujar Suparno dalam konferensi pers, Kamis (22/9).
“Dalam waktu kurang dari satu tahun kita rencanakan untuk kita bisa mulai memperkenalkan platform layanan digital ini kepada nasabah Bank Jasa Jakarta,” tambahnya.
Kehadiran Bank Jasa Jakarta sebagai bank digital tentu akan menambah semarak bank digital di Indonesia. Suparno mengatakan segmen pasar yang akan digarap oleh bank digital ini nanti akan selaras dengan lini bisnis jasa keuangan Astra yang konsentrasinya pada jasa keuangan ritel. Selama ini, Bank Jasa Jakarta juga sudah memiliki fokus bisnis pada segmen ritel dan Usaha Kecil Menegan (UKM) atau Small Medium Enterprise (SME).
Prospek pertumbuhan segmen ritel ini, menurut Suparno sangat cerah. Karena, populasi Indonesia yang belum tersentuh perbankan masih tinggi. “D Indonesia ini masih banyak orang yang unbank atau underbank, itu mungkin kira-kira 77%. Jadi, saya kira ini adalah satu segmen yang cukup besar dan tentunya akan bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” paparnya.
Lantas apa yang membedakan bank digital besutan Astra ini dengan bank digital lainnya yang sudah ada di Indonesia? Menjawab pertanyaan ini, Suparno mengatakan pihaknya akan mengkoneksikan Bank Jasa Jarkata ini ke dalam ekosistem Astra Financial dan Astra Group. Selain itu, tentu saja juga akan dikoneksikan dengan ekosistem lain yang dibawah oleh Bank Jasa Jakarta sendiri dan WeLab.
“Kita akan menjadikan ini bank digital dengan fokus ke ritel dan SME dan koneksi ke dalam ekosistem Astra maupun eksosistem dari partner kami,” ujarnya.