Rolls-Royce Dukung Modernisasi Alat Pertahanan Indonesia
Abhishek Singh, Senior Vice President (Pertahanan), India & Asia Tenggara di Rolls-Royce
Rolls-Royce Holdings plc, perusahaan multinasional asal Inggris siap mendukung rencana pemerintah Indonesia memodernisasi alat pertahanan, seperti pembaharuan (upgrade) mesin Hercules B/H.
“Upaya modernisasi pertahanan Indonesia, dengan anggaran sekitar Rp165 triliun, membuka peluang untuk memperpanjang usia pakai dan meningkatkan efisiensi armada,” kata Abhishek Singh, Senior Vice President (Pertahanan), India & Asia Tenggara di Rolls-Royce dalam wawancara dengan media pekan lalu.
Ia menyampaikan, salah satu fokus utama upgrade adalah T56 “3.5 Engine Upgrade Kit”, yang telah diadopsi oleh Angkatan Udara Thailand untuk 32 mesin.
Upgrade ini, jelasnya, memberikan sejumlah manfaat seperti efisiensi bahan bakar meningkat 8–12% dan jangkauan tambahan hingga 300 mil.
Selain itu, manfaat lainnya adalah meningkatkan kapasitas angkut hingga 60% dan masa pakai mesin lebih panjang dan biaya perawatan lebih rendah.
“Indonesia mengoperasikan 24 unit Hercules B/H yang memenuhi syarat untuk upgrade ini. Rolls-Royce telah berdialog dengan TNI AU dan siap memberikan dukungan penuh apabila program ini diadopsi,” ujar Abhishek.
Rolls-Royce memiliki sejarah panjang di Asia Tenggara, dengan pelanggan di Indonesia yang sudah mengoperasikan mesin Rolls-Royce sejak tahun 1966.
Selama beberapa dekade, perusahaan ini mendukung penerbangan sipil, pertahanan, dan infrastruktur kelistrikan.
Saat ini, Rolls-Royce memasok lebih dari 300 mesin pesawat pertahanan di Indonesia dan terus memperluas perannya di berbagai sektor.
Dalam penerbangan sipil, mesin Rolls-Royce menggerakkan sekitar 80% armada widebody Indonesia, termasuk Garuda Indonesia dan Lion Air. Pada sektor power systems atau kelistrikan, genset diesel MTU mendukung rumah sakit, pusat data, dan infrastruktur vital lainnya.
Khusus penerbangan pertahanan, Indonesia mengoperasikan berbagai platform dengan mesin Rolls-Royce, antara lain C-130 Hercules B/H (mesin T56), C-130J Super Hercules (mesin AE2100, lima unit sudah beroperasi), Hawk 109/209 trainer/light combat (mesin Adour Mk871), Grob G120 basic trainer (mesin M250), Helikopter lembaga pemerintah (mesin M250), dan A400M (mesin TP400, akan masuk pada 2025–2026).
Armada-armada ini menjadi tulang punggung kemampuan angkut dan pelatihan Indonesia, dengan dukungan perawatan sepanjang siklus hidup dan perjanjian layanan jangka panjang dari Rolls-Royce.
Selain Rolls-Royce, pasar mesin pesawat pertahanan di Indonesia juga dilayani GE Aerospace dan Pratt & Whitney. Rolls-Royce memiliki posisi kuat dengan lebih dari 300 mesin beroperasi di berbagai platform.
Selain memasok mesin, Rolls-Royce menekankan solusi dukungan menyeluruh, termasuk layanan purna jual, penyediaan suku cadang, dan paket pemeliharaan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Rolls-Royce juga ikut serta dalam program pembangunan kapal perang Fregat Merah Putih (desain Babcock, dibangun PT PAL). Kapal fregat ini akan menggunakan mesin diesel MTU yang disediakan oleh Rolls-Royce Power Systems. Walaupun kapal ini menggunakan propulsi full-diesel, Rolls-Royce juga menawarkan solusi lanjutan seperti turbin gas MT30 untuk kelas kapal di masa depan.
Di luar pertahanan, genset diesel MTU dari Rolls-Royce telah dipilih oleh beberapa pusat data di Indonesia dalam dua tahun terakhir, mendukung infrastruktur energi yang tangguh dan berkelanjutan.
Abhishek berkata Rolls-Royce terus mengeksplorasi peluang dalam lanskap pertahanan dan industri Indonesia yang berkembang, antara lain mendukung masuknya A400M mulai 2025. Selain itu, juga dukungan menyeluruh untuk mesin Rolls-Royce yang dioperasikan Indonesia, termasuk dalam program upgrade Hawk Trainer.
Peluang lainnya adalah perluasan penawaran propulsi kapal, termasuk teknologi turbin gas untuk desain kapal masa depan, memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui proyek power systems dan potensi kolaborasi pada program pesawat tempur seperti KF-21 Boramae, bila Indonesia tertarik mengeksplorasi opsi mesin alternatif.