Silicon Valley Bank Bangkrut, Otoritas di AS Jamin Keamanan Dana Nasabah

0
360

Regulator Amerika Serikat (AS) menjamin dana nasabah yang disimpan di Silicon Valley Bank (SVB) tetap aman. Seperti diketahui, bank yang berdiri tahun 1983 dan dikenal sebagai bank spesialis pemberi kredit untuk perusahaan rintisan ini dinyatakan bangkrut pada Jumat pekan lalu.

Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan  Janet L. Yellen, Ketua Dewan Federal Reserve Jerome H. Powell, dan Ketua Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) , Martin J. Gruenberg memberikan jaminan kepada nasabah bahwa dana mereka di SVB tetap aman.

“Hari ini kami mengambil tindakan tegas untuk melindungi ekonomi AS dengan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perbankan kami. Langkah ini akan memastikan bahwa sistem perbankan AS terus menjalankan peran vitalnya dalam melindungi simpanan dan menyediakan akses kredit ke rumah tangga dan bisnis dengan cara yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” tulis pernyataan bersama tersebut yang dikutip dari laman Federal Reserve, Senin (13/3).

Disebutkan bahwa setelah menerima rekomendasi dari dewan FDIC dan Federal Reserve, dan berkonsultasi dengan Presiden, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet L. Yellen menyetujui tindakan yang memungkinkan FDIC untuk menyelesaikan apa yang disebut dengan ‘resolusi Silicon Valley Bank’ dengan cara yang sepenuhnya melindungi semua deposan.

Baca Juga :   Kolaborasi Bank Kalsel dan Pelindo III untuk Pembayaran Jasa Pelabuhan

“Deposan akan memiliki akses ke semua uang mereka mulai Senin, 13 Maret. Kerugian yang terkait dengan resolusi Silicon Valley Bank tidak akan ditanggung oleh pembayar pajak,” tulis pernyataan bersama itu.

Ketiga otoritas ini juga mengumumkan pengecualian risiko sistemik serupa untuk Signature Bank, New York, yang ditutup hari ini oleh otoritas negara bagiannya. Semua deposan bank ini juga akan dibayar penuh. Seperti halnya resolusi Silicon Valley Bank, tidak ada kerugian yang ditanggung oleh wajib pajak.

Di sisi lain, otoritas AS menegaskan pemegang saham dan kreditur (debtholders) tanpa jaminan tertentu tidak akan dilindungi. Manajemen senior juga telah diberhentikan.

“Setiap kerugian pada Dana Penjamin Simpanan (Deposit Insurance Fund) untuk mendukung deposan yang tidak diasuransikan akan diganti dengan penilaian khusus pada bank, sebagaimana disyaratkan oleh undang-undang,”tulis pernyatan bersama itu.

Dewan Federal Reserve pada Minggu (12/3) mengumumkan akan menyediakan dana tambahan untuk lembaga penyimpanan yang memenuhi syarat untuk membantu memastikan bank memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan semua deposan mereka.

Baca Juga :   Pastikan Keamanan IT, CIMB Niaga Lakukan Stress Test Secara Berkala

“Sistem perbankan AS tetap tangguh dan memiliki landasan yang kokoh, sebagian besar karena reformasi yang dilakukan setelah krisis keuangan yang memastikan perlindungan yang lebih baik bagi industri perbankan. Reformasi tersebut dikombinasikan dengan tindakan hari ini menunjukkan komitmen kami untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa simpanan para deposan tetap aman,” tutup pernyataan bersama itu.

Leave a reply

Iconomics