Tahun 2024 Kemenparekraf Bidik Kunjungan Wisman Tembus 16 Juta

1
124

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan tahun 2024 ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) kembali menembus 16 juta kunjungan, atau sama dengan kondisi pra pandemi Covid-19.

Hingga November 2023 lalu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air mencapai 10,4 juta kunjungan, masih lebih rendah dari level pra pandemi.

Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengakui tingkat kunjungan wisman pada tahun 2023 lalu baru mencapai 65% hingga 70% dari level pra pandemi.

Penyebabnya, menurut dia, “karena keterbatasan penerbangan.” Karena itu, upaya pemerintah untuk mendongkrak kunjungan wisman ini, antra lain dengan menambah jumlah penerbangan dan peningkatan interkonektivitas, serta promosi yang berkualitas.

Meski belum mencapai level pra pandemi, Sandiaga mengatakan, jumlah kunjungan wisman pada tahun 2023 lalu sudah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah.

“Target awal adalah 7,4 juta [kunjungan wisman], kemudian direvisi menjadi 8,5 juta kunjungan dan sekarang [per November 2023] sudah 10,4 juta kunjungan dan masih ada bulan Desember, sehingga  kita perkirakan jumlah kunjungan wisman tahun 2023 akan menembus angka 11 juta,” ujarnya dalam acara “The Weekly Brief with Sandi Uno” di Jakarta, Rabu (3/1).

Baca Juga :   Bank Syariah Indonesia Siap Memberikan Dukungan Pendanaan untuk Pelaku Usaha Modest Fashion

Untuk tahun 2024 dan 2025, tambah Sandiaga, jumlah kunjungan wisman diharapkan bisa kembali menembus angka 16 juta, seperti pada masa sebelum pandemi.

“Angka 16 juta ini bisa kita raih dengan fokus kepada beberapa pasar wisatawan mancanegara kita yang terbesar seperti Australia, India, Tiongkok, UK, Amerika dan beberapa negara top 20 lainnya,” ujar Sandiga.

Untuk menarik wisman ke Tanah Air, destinasi unggulan yang ditawarkan antara lain destinasi yang “selama ini bisa menarik kunjungan terbanyak, seperti Bali, Jakarta dan Kepri.”

“Tetapi mereka akan menjadi pengumpan bagi lima destinasi super prioritas dan lima destinasi wisata prioritas. Konsepnya pariwisata hijau, pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, sepanjang Januari hingga November 2023, jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air mencapai 10,4 juta kunjungan. Meski naik signifikan 110,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah kunjungan wisman ini masih lebih rendah dibandingkan periode pra pandemi.

“Total jumlah kunjungan wisman hingga bulan ke-11 tahun 2023 ini sudah lebih tinggi daripada total kunjungan wisman sepanjang tahun 2022 lalu. Namun, total kunjungan wisman hingga November tahun 2023 ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2019 atau sebelum pandemi, dimana di periode sebelum pandemi tersebut, sepanjang Januari sampai November tercatat 14,7 juta kunjungan,” ungkap Amalia A.Widyasanti, Plt.Kepala BPS dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/1).

1 comment

Leave a reply

Iconomics