Tumbuh Tinggi pada Triwulan II, Ekonomi Indonesia Mengalami Tekanan Berat pada Triwulan III

0
365

Ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,1% hingga 7,5% pada triwulan II 2021. Namun, akibat lonjakan kasus Covid-19 sejak akhir Juni, diperkirakan triwulan III akan mengalami tekanan berat.

Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan sejumlah leading indicator menunjukkan ekonomi Indonesia mengalami pemulihan sepanjang triwulan II-2021. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April, Mei dan Juni 2021 konsisten berada di zona ekspansi yaitu masing-masing 53,6; 55,3 dan 53,5. Demikian juga penjualan kendaraan bermotor, konsumsi semen dan indeks keyakinan konsumen meningkat pesat. Bahkan neraca perdagangan juga mengalami surplus dalam waktu 14 bulan berturut-turut. Jumlah uang yang beredar juga mengalami pertumbuhan pesat.

“Tetapi sekali lagi karena ada peningkatan Covid, kemungkinkan akan terjadi tekanan yang cukup besar pada triwulan III ini. Dengan percepatan vaksin, kemudian semua masyarakat patuh pada protokol 5M, maka kita harapakan di triwulan IV ekonomi mulai tumbuh lagi lebih tinggi dari triuwan III,” ujar Iskandar saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia Best CEO Awards 2021 & Webinar CEO Leadership in New Normal, yang digelar The Iconomics secara virtual, Jumat (23/7).

Baca Juga :   Luhut Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen pada Triwulan IV

Lebih lanjut Iskandar mengatakan untuk pertumbuhaan sepanjang tahun (full year) 2021, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada rentang 3,7% hingga 4,5%.

“Pengendalian Covid adalah necessary condition untuk bisa recovery lebih cepat,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, pemerintah terus menggenjot dan mengakselerasi vaksinasi. Hingga 21 Juli, jumlah dosis vaksin yang sudah disuntikan mencapai 60 juta dosis dengan rincian dosis pertama sebanyak 43,2 juta  dan dosis kedua 16,8 juta.

Iskandar mengatakan pemerintah akan bekerja keras menaikkan jumlah warga yang mendapat vaksinasi Covid-19 setiap hari menjadi 1,5 juta dosis per hari. ” Bahkan kita menargetkan bisa 3 juta di bulan Oktober dan November. Dengan stok vaksin yang cukup besar yaitu 441,5 juta dosis dari berbagai merek, maka kita harapkan bisa terbentuk herd immunity  pada akhir tahun ini,” ujarnya.

 

 

Leave a reply

Iconomics