30 Tahun Perjalanan AZKO: Keandalan SDM dan Semangat Besar adalah Kunci
Sebagai bagian dari PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk atau AHI (ACES), AZKO telah melewati pasang-surut perjalanan bisnis di Indonesia. Melanjutkan warisan merek sebelumnya, AZKO akan merayakan ulang tahun ke-30 di Indonesia pada akhir 2025 ini.
Sebagai merek yang baru berganti, AZKO terus berupaya melayani masyarakat Indonesia, dengan inspirasi alfabet A-Z yang melengkapi. Selama 30 tahun, AZKO memiliki 250 lebih toko yang beroperasi di seluruh Indonesia. Terbaru, AHI meresmikan AZKO Experience Store di Pondok Indah Mall 1, Jakarta.
Dengan pengalaman 30 tahun, Direktur AHI Gregory S. Widjaja bercerita, tidak mudah bagi AZKO melewati berbagai tantangan baik dari sisi ekonomi maupun situasi global, dan domestik. Meski demikian, keandalan sumber daya manusia, dan semangat yang besar, menjadikan AZKO tetap bertahan hingga saat ini.
“Kami itu baru buka (toko) 1995, 1997-1998 krismon (krisis moneter), padahal barangnya banyak yang impor. Kemudian tokonya dibakar. Toko pertama kami di Lippo Karawaci dibakar,” kata Gregory ketika ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Berhasil melewati krisis tersebut tidak serta-merta membuat AZKO bernapas lega begitu saja. Krisis itu, kata Gregory, kemudian kembali melanda global dan Indonesia pada 2007.
Ketika itu, Indonesia dilanda krisis keuangan global (GFC) yang dipicu dari kredit perumahan subprime di Amerika Serikat. Memasuki 2020, AZKO kembali diguncang krisis dengan kehadiran virus Covid-19 di Indonesia di mana pemerintah memberlakukan lockdown, sehingga yang berimbas terhadap bisnis retail.
Seluruh krisis itu, kata Gregory, justru membuat AZKO menjadi semakin kuat. Berpegang prinsip yang teguh dari seluruh karyawan, menjadikan AZKO kuat, dan mampu bertahan dari seluruh rintangan tersebut.
“Karena kami mempunyai nilai-nilai yang kuat. Jadi suatu nilai yang dihidupi oleh seluruh karyawan, Jadi kami secara perusahaan solid, fundamentalnya bagus, sehingga tidak khawatir dengan segala krisis yang datang. Krisis membuat kami lebih kuat,” ujar Gregory.
Memasuki 2026, kata Gregory, AZKO terus memperkuat lini-lini bisnis. AZKO, misalnya, memiliki merek produk yang dijual secara eksklusif (home brand) seperti smart kitchen series dari Klaz, Stora, Krisbow, Sync by Krisbow, dan Kris. Juga tidak menutup kemungkinan untuk menambah home brand, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, lanjut Gregory, AZKO juga berencana menambah toko sebanyak 25-30 unit pada 2026. Seperti target yang direncanakan pada 2025, maka ada rasa optimistis bahwa AZKO mampu melebarkan sayap bisnisnya ke seluruh wilayah Indonesia.
Bahkan, kata Gregory, pihaknya terbuka untuk membuka toko di luar negeri. Meski demikian, AZKO memilih untuk fokus mengembangkan potensi yang ada di dalam negeri.
“Itu possible, tapi masih belum. Fokus kami karena Indonesia masih besarnya potensinya. Banyak negara-negara yang potensial, negara tetangga. Cuma masih belum sekarang,” tambah Gregory.
Komitmen AZKO soal Keberlanjutan
AZKO pun menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lewat AZKO Berbagi Cahaya mendonasikan lampu LED hemat energi dengan target 30 ribu rumah, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik di 80 kota hingga 2030. AZKO Berbagi Cahaya telah menjangkau 30 kota, dan 50 fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadah, pusat kebudayaan, dan museum.
Untuk saat ini, Direktur AHI Teresa Wibowo, setidaknya ada 10 ribu lebih lampu LED yang didistribusikan ke wilayah tersebut. Kemudian, AZKO pun memiliki program Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik (Bisa Baik), yang diluncurkan sejak Agustus 2023 untuk membantu masyarakat membuang limbah elektronik secara bertanggung jawab melalui electronic waste dropbox. Tercatat program itu berhasil mengumpulkan 4,3 ton sampah elektronik hingga Juli 2025.
“AZKO sudah berkomitmen bahwa kita tidak hanya berbisnis, tetapi juga harus berdampak sosial yang baik, dan bertanggung jawab untuk lingkungan sekitar. Salah satunya dalam program berbagi cahaya ini,” kata Teresa.