AM Best Nilai Balance Sheet Strength dan Operating Performance Asuransi Astra “Very Strong”
Truk derek Asuransi Astra/Dok. Asuransi Astra
PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) berhasil mempertahankan sejumlah predikat dari lembaga pemeringkat internasional AM Best. Asuransi Astra memperoleh predikat kredit selama tiga tahun berturut-turut, yaitu Financial Strength Rating “FSR” A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating “LCR” “a-”(Excellent) serta predikat nasional yang didapatkan selama dua tahun berturut-turut Indonesian National Scale Rating “NSR” aaa.ID (Exceptional), dengan outlook stable dari lembaga pemeringkat internasional AM Best.
“Kami berharap melalui pencapaian yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut ini dapat secara konsisten pula menjadi fondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh demi memperkuat kepercayaan para pelanggan dan pemangku kepentingan,” kata President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus dalam keterangannya.
Maximiliaan juga menyampaikan pencapaian ini juga menjadi sumber motivasi bagi Asuransi Astra untuk terus tumbuh dan berkembang melalui peningkatan kualitas produk dan layanan. Pihaknya ingin selalu berada satu langkah di depan dalam memenuhi, bahkan melampaui ekspektasi pelanggan.
Asuransi Astra menyampaikan bahwa peringkat yang diraih ini mencerminkan Balance Sheet Strength dan Operating Performance perusahaan yang dinilai very strong, Business Profile yang neutral dan Enterprise Risk Management (ERM) yang appropriate oleh AM Best. Pemeringkatan tersebut juga mempertimbangkan pengaruh neutral dari Jardine Matheson Holdings Limited (Bermuda) sebagai ultimate parent Asuransi Astra.
Penilaian pada Balance Sheet Strength yang dianggap very strong tersebut didukung oleh risk-adjusted capitalization yang berada pada strongest level pada 31 Desember 2024 dan diproyeksikan akan tetap berada di level tersebut sebagaimana tercermin pada Best’s Capital Adequacy Ratio (BCAR). Pencapaian ini ditopang oleh pembentukan modal internal yang konsisten dan net leverage underwriting yang rendah. Sementara itu, dari sisi portofolio investasi, Asuransi Astra dinilai memiliki risiko moderate dengan mayoritas didominasi oleh obligasi dan reksa dana yang mana sebagian besar memiliki peringkat domestik. Adapun counterparty credit risk meningkat disebabkan eksposur terhadap reasuransi domestik yang belum memiliki peringkat internasional.
AM Best turut menilai Operating Performance Asuransi Astra berada dalam kategori strong, yang dilihat dari average combined ratio sebesar 87,9% dan return-on-equity ratio sebesar 17,4% selama periode 2020-2024. Underwriting Performance juga dinilai baik pada tahun 2024 dengan combined ratio sebesar 87,2% berkat bisnis yang berasal dari Astra Group. Di sisi lain, hasil investasi menunjukkan pertumbuhan stabil dan tetap menjadi salah satu kontributor utama laba perusahaan. Ke depan, kinerja Asuransi Astra diperkirakan tetap baik, didukung oleh Underwriting Performance dan hasil investasi yang kuat sebagai kontributor utama terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan.
Asuransi Astra juga menyampaikan bahwa Business Profile Asuransi Astra dinilai neutral oleh AM Best dan menempati peringkat kedua di pasar asuransi umum Indonesia pada tahun 2024. Hal ini didorong melalui portofolio bisnis perusahaan yang beragam dan terdiversifikasi dalam beberapa lini usaha serta dukungan strategis dari Astra Group, meskipun cakupan operasional masih berorientasi pada pasar domestik. Asuransi Astra sendiri memiliki konsentrasi saluran distribusi yang moderate ke perusahaan leasing, khususnya untuk produk motor vehicle (MV). Namun demikian, untuk lini bisnis non-MV, saluran distribusi dinilai cukup bervariasi dan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
AM Best juga menilai bahwa kerangka Enterprise Risk Management Asuransi Astra sebagai appropriate dengan ukuran dan kompleksitas operasional Asuransi Astra pada saat ini.