Blibli Cetak Kinerja Keuangan Positif di 2025, Bukukan Pendapatan Neto Konsolidasi Rp 22,3 T

0
42
Reporter: Rommy Yudhistira

Kinerja keuangan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mencetak hasil positif pada 2025. Dari sisi pendapatan neto konsolidasi, Blibli mampu membukukan senilai Rp 22,3 triliun, atau naik 34% secara tahunan (yoy).

Pada Kuartal IV/2025, kata CEO dan Co-Founder Global Digital Niaga Kusumo Martanto, Blibli membukukan pendapatan neto konsolidasi senilai Rp 7,1 triliun, atau tumbuh 55% yoy. Pendapatan tersebut berasal dari volume penjualan smartphone secara omnichannel.

Persentase biaya yang diambil platform (take rate), kata Kusumo, meningkat menjadi 8,5% di 2025 dari 6,9% pada 2024. Take rate pun didukung pada segmen retail 1P dan toko fisik.

“Tahun 2025 menandai langkah maju yang tegas bagi perseroan. Dalam tahun yang ditandai dengan moderasi konsumsi rumah tangga di Indonesia, tekanan pada daya beli konsumen secara terus-menerus, dan persaingan yang semakin ketat di sektor e-commerce, kami tetap fokus pada hal yang paling penting: membangun ekosistem omnichannel yang terintegrasi dan mampu bertahan yang menciptakan nilai bagi pelanggan, mitra pemegang merek, serta pemegang saham,” kata Kusumo dalam keterangan resminya pada Senin (30/3).

Baca Juga :   Pelni Usulkan PMN Tambahan Rp 2,5 T untuk Tahun Anggaran 2025

Selain itu, lanjut Kusumo, Blibli mencatat pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (GPBD) sebesar 32% yoy. Kemudian, beban operasional konsolidasi terhadap total processing value (TPV) dari 7,4% pada 2024, menjadi 7,1% pada 2025. Hal itu menghasilkan peningkatan kinerja EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 60 basis poin (bps) yoy.

Tercatat hingga 31 Desember 2025, kata Kusumo, pihaknya telah mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, 4 toko elektronik rumah tangga, serta 1 toko busana dan olahraga. Blibli juga mengelola 57 gerai supermarket premium, dan 39 home and living experience centers.

“Ekspansi ini memperdalam penetrasi kami ke kota-kota tingkat 2 dan 3, memperkuat jangkauan distribusi hingga ke pelosok, dan berkontribusi pada peningkatan pangsa pasar yang signifikan di seluruh kemitraan merek utama kami,” ujar Kusumo.

Dengan skema bisnis tersebut, kata Kusumo, Blibli optimistis mampu menghadapi tantangan pada 2026. Walau disadari Blibli tidak kebal terhadap tekanan ini.

“Namun, kami percaya bahwa model omnichannel terintegrasi kami yang menjangkau konsumen secara daring, di toko, dan melalui perjalanan hybrid, sangat cocok untuk menavigasi lanskap ini serta untuk menangkap nilai seiring berkembangnya pasar,” kata Kusumo.

Baca Juga :   BPUI Konsolidasikan Pendapatan dan Awasi Anak Usaha yang Ikut Program PEN

Sementara itu, Chief Financial Officer Blibli Ronald Winardi menambahkan, kinerja pendapatan tersebut tidak terlepas dari beberapa strategi yang dijalankan perusahaan sepanjang 2025. Beberapa upaya yang dilakukan seperti, melakukan efisiensi operasional, sehingga EBITDA meningkat sebesar 60 bps. Kemudian, ada pula berbagai inisiatif yang terus dilakukan, serta profil biaya dan margin yang lebih kuat.

Masih kata Ronald, Blibli menargetkan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 15%-20% pada 2026. “Kami mencatatkan kinerja pendapatan yang kuat sepanjang tahun dengan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 34% yoy, didukung peningkatan seluruh segmen, khususnya di kategori elektronik konsumen serta perluasan berkelanjutan ekosistem omnichannel kami,” ujar Ronald.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics