FMO Dukung Batumbu (Validus Group) Lewat Fasilitas US$ 15 Juta untuk Tingkatkan Pembiayaan UKM Indonesia

0
14
Reporter: Kristian Ginting

Sebuah bank pembangunan kewirausahaan asal Belanda, FMO menambah pembiayaannya terhadap Validus Group, platform pembiayaan UKM digital berbasis di Singapura. Langkah FMO sebagai investor Validus sejak 2019 itu dalam rangka dukungan terhadap segmen mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum mempunyai akses terhadap layanan keuangan di Indonesia.

Pembiayaan ini disalurkan melalui anak perusahaan Validus yang beroperasi di Indonesia, Batumbu. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan yang signifikan yang dihadapi UKM, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia.

Seperti diketahui, Batumbu sebagai platform pembiayaan UKM digital terbesar di Indonesia, telah mencetak laba bersih selama lebih dari 2 tahun dan secara konsisten menghasilkan margin EBITDA di atas +50%. Melalui transaksi ini, FMO akan menyediakan pendanaan awal sebesar US$ 15 juta kepada Validus dan melalui bisnis Validus di Indonesia, Batumbu, yang akan meningkatkan kapasitas Validus Group untuk memberikan solusi pembiayaan yang mudah diakses dan terjangkau kepada bisnis dan pengusaha lokal.

Menurut Direktur Lembaga Keuangan FMO Juan Jose Dada Ortiz, , inisiatif tersebut mencerminkan komitmen kedua organisasi untuk mendorong inklusi keuangan dan mendukung ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Dan merupakan suatu kebanggaan bagi FMO untuk dapat meningkatkan kemitraan dengan Validus Group dalam mendukung pertumbuhan UKM di Indonesia.

Baca Juga :   IPCC Bidik Jadi Operator Pelabuhan Patimban

“Kolaborasi ini adalah bukti komitmen kami untuk mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusi keuangan. Dengan memberdayakan Batumbu dengan sumber daya yang diperlukan, kami dapat membantu lebih banyak bisnis kecil mencapai potensinya, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemakmuran ekonomi yang lebih luas di Indonesia,” ujar Ortiz dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/7).

Sementara itu, Direktur dan CEO PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) Glant Saputrahadi Tan menambahkan, kemitraan dengan FMO merupakan suatu langkah yang signifikan dalam misinya mengatasi kesenjangan pembiayaan UKM di Indonesia. Dengan dukungan FMO, Batumbu disebut dapat memperluas jangkauannya dan menawarkan solusi pembiayaan yang lebih disesuaikan untuk UKM, mendorong inovasi dan kewirausahaan.

“Bersama-sama, kami berkomitmen untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan pada perekonomian Indonesia,” ujar Glant.

Sebagai informasi, FMO adalah bank pembangunan kewirausahaan Belanda. Sebagai impact investor terkemuka, FMO mendukung pertumbuhan sektor swasta yang berkelanjutan di negara berkembang dengan berinvestasi dalam proyek dan para usahawan yang ambisius. FMO percaya bahwa sektor swasta yang kuat memimpin pada pembangunan ekonomi dan sosial serta memiliki rekam jejak lebih dari 50 tahun dalam memberdayakan pengusaha untuk membuat ekonomi lokal lebih inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Daya Saing, PR Jokowi di Periode Kedua

FMO fokus pada 3 sektor yang memiliki dampak pembangunan tinggi: agribisnis, pangan & air, energi, dan lembaga keuangan. Dengan portofolio komitmen total sekitar EUR 13 miliar yang mencakup lebih dari 85 negara, FMO adalah salah satu bank pembangunan sektor swasta bilateral terbesar di dunia.

Sedangkan Validus Group merupakan platform pembiayaan digital terkemuka untuk UMKM di Asia Tenggara dan berbasis di Singapura. Berdiri pada 2015, Validus memanfaatkan analitis data dan teknologi untuk menyediakan pembiayaan yang efisien, terjangkau, dan mudah diakses bagi usaha kecil. Melalui anak perusahaannya, termasuk Batumbu di Indonesia, Validus telah menyalurkan lebih dari US$ 3,5 miliar dalam bentuk pinjaman hingga saat ini, yang secara signifikan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan ketahanan UMKM di seluruh wilayah tersebut.

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Asia Tenggara. UMKM menyumbang total 97% dari keseluruhan bisnis dan menyerap lebih dari separuh tenaga kerja di Asia Tenggara. Meski peran mereka krusial, UMKM mayoritas menghadapi tantangan besar dalam mengakses pembiayaan formal yang mengakibatkan kesenjangan pembiayaan yang diperkirakan lebih dari US$ 300 miliar di wilayah ini.

Baca Juga :   Indonesia, RCEP dan Kesepakatan yang Tidak Pasti

Di Indonesia, masalah ini sangat mendesak, dengan banyak bisnis kecil yang berjuang untuk mendapatkan dana yang diperlukan untuk pertumbuhan dan ekspansi. Strategi unik Validus, yang memanfaatkan teknologi dan analitis data, dirancang untuk mengatasi kesenjangan ini secara efektif. Dengan menyediakan solusi pembiayaan yang disesuaikan melalui platform seperti Batumbu, Validus berada pada posisi yang baik untuk mendorong inklusi keuangan dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Leave a reply

Iconomics